Hargo.co.id, GORONTALO – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo terus mematangkan persiapan pelaksanaan tradisi Tumbilotohe atau malam pasang lampu yang akan digelar di Kampus IV UNG, Kabupaten Bone Bolango.
Tradisi yang menjadi bagian dari perayaan malam-malam akhir Ramadan itu dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Maret 2026, bertepatan dengan malam ke-27 hingga malam ke-29 Ramadan.
Kegiatan ini dipersiapkan oleh mahasiswa dengan melibatkan berbagai unsur organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Teknik.
Selain menghadirkan nuansa tradisional khas Gorontalo, pelaksanaan Tumbilotohe di kampus tersebut juga dirancang menjadi ruang kreativitas bagi mahasiswa dalam menampilkan berbagai dekorasi dan instalasi lampu.
Ketua panitia kegiatan, Moh Al-Jufri Tohopi, menjelaskan bahwa proses persiapan kegiatan telah dilakukan sejak satu bulan sebelum hari pelaksanaan.
Tahapan awal dimulai dengan pembentukan struktur kepanitiaan hingga pengurusan administrasi yang berkaitan dengan legalitas kegiatan.
“Persiapannya sudah dimulai dari H-1 bulan. Kami membentuk struktur kepanitiaan, menyusun administrasi untuk legalitas, serta membuat SK kepanitiaan,” ujar Al-Jufri.
Setelah tahap awal tersebut, panitia kemudian memasuki fase persiapan teknis di lapangan.
Dalam dua hingga tiga minggu terakhir menjelang kegiatan, mahasiswa mulai menyiapkan berbagai kebutuhan seperti bambu sebagai rangka instalasi, lampu botol, serta beragam perlengkapan dekorasi yang akan menghiasi area kegiatan.
Menurut Al-Jufri, hingga saat ini sebagian besar persiapan telah memasuki tahap akhir dan hanya menyisakan proses penyelesaian beberapa elemen dekorasi.
“Sekarang persiapan sudah lumayan matang, tinggal tahap finishing. Beberapa yang sudah hampir rampung di antaranya maskot, photo booth, gerbang lampu gantung, tonggolo’opo, serta gerbang masuk,” jelasnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia menyiapkan sebanyak 2025 lampu botol yang akan dipasang di sepanjang area kegiatan.
Jumlah tersebut memiliki makna khusus karena disesuaikan dengan angkatan mahasiswa 2025 yang menjadi penggagas utama kegiatan Tumbilotohe tahun ini.
Selain lampu botol, area kegiatan juga akan dilengkapi dengan lampion sebagai bagian dari dekorasi tambahan.
Al-Jufri juga mengungkapkan bahwa tradisi Tumbilotohe di Fakultas Teknik UNG bukanlah kegiatan baru.
Kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan yang rutin digelar oleh mahasiswa dan sudah beberapa kali dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir.
“Di Fakultas Teknik, kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan dan sudah beberapa kali dilaksanakan. Pihak birokrasi seperti dosen dan pimpinan fakultas juga sudah mengetahui dan biasanya menunggu laporan dari kami untuk kembali mengadakan kegiatan ini,” katanya.
Ia menambahkan, kepanitiaan kegiatan kali ini sebagian besar diisi oleh mahasiswa baru.
Dalam pelaksanaannya, mereka mendapatkan pendampingan dari Senat Mahasiswa Fakultas Teknik serta Himpunan Mahasiswa Jurusan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Untuk konsep pelaksanaan tahun ini, panitia memilih lokasi yang sama seperti pada pelaksanaan Tumbilotohe tahun 2021 dan 2023, yakni membentang dari depan perpustakaan hingga gerbang utama Universitas Negeri Gorontalo Kampus IV.
Meski menggunakan lokasi yang sama, panitia memastikan konsep dekorasi yang dihadirkan akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Konsepnya berbeda dari tahun kemarin. Tahun ini akan ada gerbang tonggolo’opo, terowongan lampu, maskot berbentuk kobaran api, panggung kegiatan, serta lampion-lampion yang menghiasi area,” ujarnya.
Jika pada tahun sebelumnya kegiatan lebih dipusatkan di area halte Kampus IV maka pada pelaksanaan tahun ini area Tumbilotohe akan dibuat lebih luas.
Instalasi lampu dan dekorasi akan membentang dari depan perpustakaan hingga gerbang utama kampus
sehingga diharapkan dapat memberikan pengalaman visual yang lebih menarik bagi pengunjung.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap tradisi Tumbilotohe dapat terus dilestarikan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Selain menjaga nilai budaya lokal Gorontalo, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah kreativitas mahasiswa dalam menyambut malam-malam terakhir bulan Ramadan.(Mg-08)












