Persepsi

Usia Senja Demokrasi, Kemerdekaan Masih Perlu Dipertanyakan

×

Usia Senja Demokrasi, Kemerdekaan Masih Perlu Dipertanyakan

Share this article
Usia Senja Demokrasi, Kemerdekaan Masih Perlu Dipertanyakan
Usia Senja Demokrasi, Kemerdekaan Masih Perlu Dipertanyakan - Ilustrasi

Potret Krisis: Rakyat yang Dikalahkan oleh Negara

Maka wajar saja ketika rakyat menuntut ini itu, ba bi bu sebab rakyat melihat paradoks di depan mata: negara meminta mereka berhemat, sementara elite hidup bermewah-mewahan dengan uang yang berasal dari keringat rakyat itu sendiri. Tak ayal, keputusan itu meledakkan bara yang sudah lama terpendam.

Berita Terkait:  ASN Ilusi Kelas Menengah

Dan seperti sudah menjadi pola berulang, aparat justru menjadi benteng terdepan bukan untuk melindungi rakyat, melainkan untuk menjaga kenyamanan penguasa. Gas air mata ditembakkan, pentungan diayunkan, dan kendaraan taktis melindas rakyat yang hanya ingin bersuara.

Gelombang demonstrasi yang mengguncang negeri ini bukan sekadar letupan emosi sesaat.

Berita Terkait:  Jejak Dokter Dalam Sejarah Berdirinya Kementerian Agama

Ada bara panjang yang dipupuk oleh kebijakan timpang: tunjangan DPR yang fantastis, pemangkasan anggaran rakyat kecil, hingga aparat yang tak segan menindas mereka yang bersuara.

Tragedi Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas di bawah roda kendaraan polisi, menjadi simbol getir: bahwa nyawa rakyat seolah tak lebih berharga dari kenyamanan penguasa. Ini bukan hanya tragedi, ini alarm keras bahwa kepercayaan rakyat terhadap sistem semakin runtuh.

Berita Terkait:  In Memoriam DR. Jusdin Puluhulawa, SH., M.Si: Tokoh Pendidik Berlatar Aktivis yang Humble dan Renyah Bersahabat

Delapan dekade merdeka seharusnya berarti kematangan demokrasi, tapi justru yang tampak adalah demokrasi yang makin keropos.

Rakyat melihat parlemen lebih sibuk menebalkan kantongnya ketimbang memperjuangkan kesejahteraan. Pemerintah mengeluarkan Perpres penghematan, tapi penghematan itu hanya berlaku untuk rakyat kecil—bukan untuk kursi empuk di Senayan. Maka, pertanyaannya, untuk siapa sebenarnya alat negara ini bekerja?

Berita Terkait:  Cegah Perilaku Bunuh Diri dengan Kecerdasan Emosional 

Gorontalo Memulai
Persepsi

Pertanyaan tersebut menjadi semakin penting ketika Kepala Kantor…