Persepsi

Usia Senja Demokrasi, Kemerdekaan Masih Perlu Dipertanyakan

×

Usia Senja Demokrasi, Kemerdekaan Masih Perlu Dipertanyakan

Share this article
Usia Senja Demokrasi, Kemerdekaan Masih Perlu Dipertanyakan
Usia Senja Demokrasi, Kemerdekaan Masih Perlu Dipertanyakan - Ilustrasi

Delapan Puluh Tahun Merdeka: Merdeka yang Setengah Hati.

Mari kita tengok lebih dalam: apa arti kemerdekaan setelah 80 tahun? Seharusnya, usia itu adalah kematangan sebuah bangsa. Negara semestinya mampu menjamin hak-hak dasar rakyat: pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, dan rasa aman. Tetapi, fakta justru menunjukkan sebaliknya.

Berita Terkait:  Karlota: Medium Penyebab Bunuh Diri

Kemerdekaan kita baru berhenti di simbol-simbol: upacara, parade, seremonial. Tetapi secara substansial, rakyat masih menghadapi “penjajahan” baru: kemiskinan struktural, kesenjangan yang makin melebar, dan hukum yang tajam ke bawah tumpul ke atas.

Apakah pantas menyebut diri merdeka ketika sebagian besar rakyat masih hidup pas-pasan, sementara segelintir elite menguasai sumber daya?

Berita Terkait:  Tragedi Negeri Muslim yang Dijadikan Medan Rampasan

Apakah pantas menyebut diri merdeka ketika bersuara di jalan bisa berujung pada kehilangan nyawa?

Apakah pantas menyebut diri merdeka ketika negara lebih takut kehilangan wibawa di mata investor daripada kehilangan kepercayaan rakyatnya sendiri?

Berita Terkait:  Birokrasi adalah Keteraturan: Dari Tapak Kaki Kuda hingga Nalar Pemerintahan