Persepsi

Tragedi Negeri Muslim yang Dijadikan Medan Rampasan

×

Tragedi Negeri Muslim yang Dijadikan Medan Rampasan

Share this article
Tragedi Negeri Muslim yang Dijadikan Medan Rampasan
Kondisi Sudan saat ini. (Reuters)

Oleh: Fitra
Mahasiswa FSB UNG

BELUM padam bara Palestina, kini api Sudan sudah menyala. Dari tepi Nil hingga tepi Gaza, darah umat Islam kembali mengalir di bawah bayang-bayang kepentingan asing. Ribuan orang meninggalkan rumah mereka, melarikan diri dari hujan peluru dan api.

Berita Terkait:  Generasi Kreatif yang Tersandera Krisis Mental

Pembunuhan massal dan pemerkosaan sistematis menjadi bagian dari rutinitas tragis yang menandai kehancuran negeri itu. Kota-kota yang dahulu ramai kini menjadi puing dan debu.

Namun di balik kisah duka kemanusiaan yang berulang, ada satu hal yang tak pernah diungkap secara jujur oleh media arus utama: siapa sebenarnya yang diuntungkan dari semua kekacauan ini? Dan mengapa ia bisa terjadi?

Berita Terkait:  Jokowi Itu Siapa di Gadis Kretek?

Sudan bukanlah negeri kecil yang miskin sumber daya. Dengan luas wilayah yang menjadikannya negara terbesar ketiga di Afrika, Sudan dianugerahi kekayaan alam yang melimpah—emas, minyak, gas, serta lahan pertanian yang subur di sepanjang Sungai Nil.

Bahkan, negeri ini memiliki piramida lebih banyak daripada Mesir. Sekitar 90 persen penduduknya adalah Muslim.

Berita Terkait:  PPHN dan Pembangunan yang Berkelanjutan

Dalam konteks geopolitik, Sudan menempati posisi strategis karena menjadi penghubung antara Afrika Utara dan Afrika Sub-Sahara. Namun, potensi besar ini justru menjadikannya sasaran empuk perebutan kepentingan negara-negara adidaya.