Legislatif

Dua Fraksi DPRD Kabgor Soroti 15 Pekerjaan Putus Kontrak

×

Dua Fraksi DPRD Kabgor Soroti 15 Pekerjaan Putus Kontrak

Sebarkan artikel ini
Putus Kontrak
Ketua Fraksi NasDem, Jarwadi Mamu dan ketua fraksi PKS Eman Mangopa. (Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dua fraksi di DPRD Kabupaten Gorontalo (Kabgor), yakni fraksi PKS dan NasDem menyoroti 15 pekerjaan proyek yang putus kontrak.

Berita Terkait:  Dugaan Pengancaman Oknum Anggota Polres Pohuwato, Wawan: Kapolres Harus Tegas

Ketua Fraksi NasDem Jarwadi Mamu mengatakan, pemerintah belum menerima hak pada 15 paket pekerjaan putus kontrak dengan sumber dana pinjaman PEN pada dua OPD.

“Sehingga terdapat penerimaan yang belum di peroleh sebesar Rp 23,56 Miliar (dari jaminan pelaksanaan 8 paket pekerjaan yang belum dicairkan dan denda keterlambatan 15 paket pekerjaan yang belum dikenakan),” terang Jarwadi.

Berita Terkait:  DPRD Gelar RDP Dugaan Gratifikasi di Kabgor, Berikut Hasilnya

Lebih dari itu, kata Jarwadi, jaminan pelaksanaan pada 7 paket pekerjaan dengan total sebesar Rp 2,7 Miliar

telah kadaluarsa dan tidak dapat disetorkan ke kas daerah.

Bahkan, kata Jarwadi, terdapat kelebihan pembayaran atas enam paket pekerjaan sebesar Rp 2,76 Miliar.

“Jaminan pelaksanaan pada 7 paket pekerjaan tidak dapat di setor ke kas daerah dan terdapat kelebihan pembayaran atas enam paket pekerjaan sebesar Rp2,76 Miliar,” jelas Jarwadi.

Berita Terkait:  Bareng Ketua dan Pengurus PKS Gorut, Gustam Salurkan Bantuan untuk Warga Korban Banjir Tolinggula

Oleh karena itu, tegas Jarwadi, fraksi NasDem tidak menerima dan

tidak akan ikut membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda)

tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Gorontalo Tahun 2022.

“Karena pembahasan memiliki implikasi hukum menyusul hasil temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” tandas Jarwadi.

Berita Terkait:  Persoalan Ketersediaan Air Bersih di Gorut: Banyak Pipa yang Sudah Uzur dan Karatan

Sementara itu, ketua fraksi PKS Eman Mangopa menyampaikan rasa kekecewaannya

atas banyaknya proyek pekerjaan infrastruktur jalan yang tidak maksimal.

Hal ini tidak sejalan dengan target pemerintah daerah yang menargetkan dana PEN

sebagai pendorong akselerasi pembangunan pasca pandemi covid-19 dan inflasi.

“Seharusnya melalui anggaran dana PEN dilaksanakan pembangunan di sektor-sektor vital. Tapi, pada kenyataannya, belum maksimal,” tandas Eman.(*) 

Berita Terkait:  Gustam: Warga Ponelo Butuh Infrastruktur Jalan

Penulis: Deice