Hargo.co.id, GORONTALO – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu menyebut banyak data kemiskinan di daerah itu yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
Hal tersebut diungkapkannya usai memimpin rapat koordinasi (rakor) penghapusan kemiskinan ekstrem yang dihadiri sejumlah OPD, di ruang tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Senin (4/9/2023).
“Ada sejumlah poin yang terungkap dalam rakor tadi dan itu harus segera ditindaklanjuti. Seperti perlunya rakor data lebih teknis dengan sumber-sumber DTKS, yaitu operator-operator desa,” kata Thariq.
Ia kemudian meminta OPD terkait agar mengecek kembali sumber-sumber data pada saat pengusulan SK Pemberian Bantuan. Dimana, dalam SK itu diminta Bupati Thariq, agar mencantumkan klaster desil atau kelompok per-sepuluhan yang menunjukkan tingkat kesejahteraan Rumah Tangga.
Ia menjelaskan, ada empat desil yang harus diperhatikan. Desil 1 adalah Rumah Tangga dalam kelompok kondisi 10 persen terendah (sangat miskin). Desil 2 adalah Rumah Tangga dalam kelompok kondisi 10-20 persen terendah (miskin).
Kemudian, Desil 3 yaitu Rumah Tangga dalam kelompok kondisi 20-30 persen terendah (hampir miskin)
dan Desil 4 yakni Rumah Tangga dalam kelompok kondisi 30-40 persen terendah (rentan miskin).
“Upaya untuk mengukur dampak-dampak dari intervensi juga perlu dilakukan, sehingga diharapkan masyarakat itu jika di tahun ini masuk dalam klaster desil 1, tahun berikutnya diharapkan sudah masuk dalam klaster desil 2 dan seterusnya,” kata Thariq.(*)
Penulis: Alosius M. Budiman










