Kab. Gorontalo Utara

Dugaan Kasus Money Politik PSU Gorut, Tutun: Polres Harus Adil

×

Dugaan Kasus Money Politik PSU Gorut, Tutun: Polres Harus Adil

Share this article
Dugaan Kasus Money Politik PSU Gorut, Tutun_ Polres Harus Adil
Tutun Suaib.

Hargo.co.id, GORONTALO – Perkembangan persoalan terkait dengan dugaan money politik pada pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), ternyata menjadi perhatian banyak pihak.

Berita Terkait:  Sampah di Blok Plan Gorut Terbengkalai

Salah satu praktisi hukum Gorut, Tutun Suaib menegaskan bahwa pihak Polres Gorut harus berlaku adil dalam proses penegakan hukum terkait dengan dugaan kasus tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Tutun pasca penetapan tujuh tersangka yang terdiri dari enam kepala desa dan satu warga sipil.

Berita Terkait:  Sabet Juara 2 Nasional, Thariq Minta SDN 9 Kwandang Jadi Motivasi Bagi Sekolah Lain

Tutun menegaskan, Polres Gorut jangan tebang pilih. Artinya, menurut dia, tidak hanya penerima yang ditindaki, namun si pemberi juga perlu mendapat perlakuan yang sama.

“Sementara untuk pemberi uang sampai saat ini belum terjerat, atau diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Tutun sembari mempertanyakan sikap Polres Gorut yang dinilai tak adil.

Berita Terkait:  Pj Bupati Gorut Diminta Copot Kepala Dinas Nakertrans dari Jabatannya

Tutun cukup tau kronologi kasus ini. Diungkapkannya, kejadian bermula dari pertemuan di rumah dinas Ketua DPRD Provinsi Gorontalo

yang juga diketahui sebagai ketua tim pemenangan pasangan Thariq Modanggu – Nurjana Yusuf.

Berita Terkait:  Kepala Seksi Dikes Gorut Tiba-tiba Batal Dilantik, Ada Apa?

Dalam pertemuan tersebut, ada oknum aparat, dan satu lagi yang berinisial HA yang langsung menerima transferan Rp. 1,5 juta, yang diakuinya sebagai THR.

Hanya saja dugaan transaksi tersebut diduga terkait dengan politik, maka pihak-pihak yang terkait termasuk ketua tim pemenangan dan Paslon harusnya ikut diperiksa. Untuk itu Tutun menegaskan Polres Gorut harus adil dalam penerapan hukum.

Berita Terkait:  Minim Fasilitas, Penyebab Destinasi Wisata Puncak Pontolo Indah Sepi Pengunjung

“Polres harus adil. Penerima dan pemberi harus sama-sama jadi tersangka. Jika tidak, kami akan mengadukan hal ini,” ujar Tutun Suiab.

Terkait dengan kritik tersebut, Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara, AKP Mohammad Adrianto, menegaskan bahwa

Berita Terkait:  Penjabup Gorut Pimpin Rapat Konsolidasi dengan OPD, Ini yang Terungkap

identitas pemberi uang dalam kasus dugaan money politik PSU Pilkada Gorut akan terungkap dalam proses persidangan.

“Pemberi nanti akan terungkap di pengadilan, dan menurut saya Bawaslu harus menjadikan fakta persidangan sebagai temuan,” jawab Kasat Reskrim via pesan WA pada Sabtu (17/5/2025).

Berita Terkait:  APRI Dukung Rencana Perda Pertambangan Gorut

Jawaban dari Kasat Reskrim Polres Gorut ini, seperti mengisyaratkan bahwa pihak penyidik masih terus

mengumpulkan bukti-bukti tambahan lainnya sebelum menetapkan tersangka tambahan lainnya.

Berita Terkait:  Perencanaan APBD Berbasis PAD Kian Dimatangkan

Adrianto juga menyoroti peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dengan menekankan bahwa temuan persidangan nantinya bisa menjadi dasar hukum lanjutan.

Hal ini mengindikasikan bahwa Polres mungkin menunggu proses hukum formal sebelum mengambil tindakan lebih jauh terhadap pemberi.

Berita Terkait:  Bupati Gorut Hadiri Peresmian Kantor KKP Kelas II Kwandang

Tentunya persoalan hukum pasca PSU Pilkada Gorut ini menjadi perhatian masyarakat tidak hanya di Gorut namun masyarakat umum lainnya,

tidak hanya terhadap perkembangan hasil PSU namun juga terhadap konsistensi para aparat penegak hukum dalam rangka menangani dugaan pelanggaran

Berita Terkait:  Tandatangani MOU dengan KOREM 133 NWB, Thariq: Semoga Terus Berlanjut

yang terjadi pada pelaksanaan PSU Pilkada Gorut 2025, baik kepada para pelaku maupun pihak lain yang terkait dalam setiap dugaan pelanggaran.(Alosius)