Legislatif

Kasus DBD Diprediksi Meningkat, Sladauri: Gencarkan Sosialisasi dan Tindakan

×

Kasus DBD Diprediksi Meningkat, Sladauri: Gencarkan Sosialisasi dan Tindakan

Share this article
Kasus DBD Diprediksi Meningkat, Sladauri: Gencarkan Sosialisasi dan Tindakan
Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Sladauri Kinga. (Foto Epox/Kronologi.id)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ketua Komisi lll DPRD Kabupaten Gorontalo, Sladauri Kinga menyoroti melonjaknya kasus DBD di daerah itu.

Berita Terkait:  Fatri: Persoalan Keuangan Tahun 2023 Jangan Sampai Terulang

Dirinya mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, per bulan Januari ada 85 kasus dan diprediksi di bulan Februari ini akan semakin meningkat.

“Penyebaran DBD ini perlu perhatian serius terhadap. Jangan sampai terus mengalami lonjakan serta ada masyarakat yang meninggal dunia lagi,” jelas Sladauri.

Berita Terkait:  DPRD Kabgor Sahkan Tiga Ranperda Jadi Perda

Aleg dua periode mengatakan, dari data yang diterima dari Dinas Kesehatan, jumlah kasus DBD di Kabupaten Gorontalo meningkat drastis.

Dimana, dari 85 kasus Positif DBD, ada sekitar 60 pasien yang sudah dinyatakan sembuh.

Berita Terkait:  Polemik PPPK Paruh Waktu di Gorut, DPRD Minta Kinerja BKPP Dievaluasi

“Dari 85 Kasus yang ditemukan, sebanyak 66 orang yang sudah sembuh dan lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit dan kita berdoa tidak ada yang sampai meninggal,” harap politisi PAN ini.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kasus DBD harus bisa menjadi perhatian serius, sebab penyakit ini dapat mengakibatkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik.

Berita Terkait:  Pengelolaan Anggaran 2024, Hamzah: Jangan Sampai Seperti Tahun Sebelumnya

“Kasus DBD ini perlu penanganan serius agar tidak semakin melonjak. Program seperti sosialisasi atau penyuluhan 4 M, fogging serta abatisasi harus digencarkan,” ungkap Sladauri.

Ia menambahkan, dalam kasus DBD ini yang paling rentan terkena adalah anak-anak.

Berita Terkait:  Ikut Bahas LKPJ APBD 2022, Tiga Fraksi DPRD Kabgor Berubah Pikiran ?

Dirinya bersyukur kasus ini terdeteksi lebih cepat, sehingga dengan jumlah kasus sebanyak 85 itu belum ada kematian.

“Alhamdulillah Dinas bertindak cepat. Kami berharap terus dilakukan pemantauan dan lebih gencar melakukan sosialisasi terkait DBD ini, agar tidak ada korban hingga meninggal dunia,” kata Sladauri.

Berita Terkait:  Koperasi di Kabgor Harus Didata Lagi

Terakhir, dirinya juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap segala penyakit yang timbul, terutama Demam Berdarah Dengue.(*)

Penulis: Deice 

Berita Terkait:  Reses di Bulontio Timur, Evlin Sunge Tampung Ragam Aspirasi Warga