Hargo.co.id, GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Gorontalo mengalami inflasi bulanan sebesar 0,98 persen pada April.
Informasi ini disampaikan dalam press release berita resmi statistik yang disiarkan melalui channel YouTube BPS Kota Gorontalo pada Jum’at (2/5/2025).
Menurut Kepala BPS Kota Gorontalo, Sri Dewi Monoarfa, ada lima komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi bulan April 2025 di Kota Gorontalo. Yaitu, tarif listrik yang memberikan andil 0,88 persen, emas perhiasan 0,21 persen, ikan ekor kuning 0,09 persen, ikan malalugis/ikan sorihi 0,05 persen, dan daging ayam ras 0,05 persen.
Sri Dewi juga menerangkan bahwa pada April 2025, Kota Gorontalo mengalami inflasi tahunan sebesar 1,26 persen dibandingkan April 2024.
“Inflasi y-on-y Kota Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada tiga kelompok pengeluaran menjadi penyumbang utama inflasi,” kata Dewi.
Tiga kelompok pengeluaran tersebut adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,69 persen,
Kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,60 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,16 persen.
“Sebagai masukan kami, ada beberapa hal yang bisa menjadi perhatian kita bersama.
Yang pertama, perlu memperkuat pengawasan dan koordinasi harga pangan melalui tim pengendali inflasi daerah,
kemudian mendorong subsidi atau insentif energi lokal yang tepat sasaran terutama untuk kelompok-kelompok rentan berakhirnya diskon tarif listrik nasional
dan yang ketiga agar memperkuat cadangan pangan daerah dan distribusi bahan pokok agar pasokan tetap stabil di tengah fluktuasi permintaan musiman,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan bahwa inflasi yang terkendali tidak hanya mencerminkan stabilitas ekonomi
tetapi juga berdampak langsung terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita jaga bersama kestabilan harga demi masyarakat Kota Gorontalo yang lebih sejahtera,” tutupnya.(Mg-10)












