Kota Gorontalo

Stunting di Kota Gorontalo: Sudah 55 Persen Ditangani DPPKB-P3A

×

Stunting di Kota Gorontalo: Sudah 55 Persen Ditangani DPPKB-P3A

Sebarkan artikel ini
Eladona_ Pangan Lokal Bisa Cegah Stunting - Dugaan Kasus Pelecehan Siswa di Kota Gorontalo - penanganan
Kepala DPPKB-P3A Kota Gorontalo, Eladona Oktamina Sidiki S.STP., M.Si. (Foto: Dok. Pribadi/Facebook),

Hargo.co.id, GORONTALO – Penanganan kasus stunting di Kota Gorontalo terus diseriusi pemerintah setempat. Buktinya, dari 400 kasus, kurang lebih sudah 213 kasus atau 55 persen yang telah ditangani oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-P3A) Kota Gorontalo.

Berita Terkait:  Sidak Subuh MBG, Wawali Indra dan Sekda Ismail Cek Kualitas Gizi dan Higienitas Dapur

“Data September 2023 ada 400 anak. Nah, dari jumlah itu, 213 anak yang sudah kami intervensi. Untuk sisanya masih sementara berlangsung penanganannya,” kata Kepala DPPKB-P3A Kota Gorontalo, Eladona Oktamina Sidiki, Jumat (3/11/2023).

Eladona bersyukur, dari 213 anak yang telah ditangani, ada beberapa kasus yang sudah menunjukkan trend positif.

Berita Terkait:  Inflasi Agustus 2023, Kota Gorontalo Terendah Kedua Nasional

“Ada beberapa setelah diintervensi berat badannya mulai membaik. Meski begitu, penanganannya masih akan berlanjut, seperti perbaikan gizi. Tapi, jika ada anak stunting dan ada penyakit penyerta, butuh waktu lama untuk memperbaiki pertumbuhannya. Seperti ada penyakit paru , TBC dan hidrocepalus,” tandasnya.

Dia menambahkan, dalam menangani stunting, pihaknya berkolaborasi atau terintegrasi melalui tim percepatan penurunan stunting (TPPS) tingkat Gorontalo.

Berita Terkait:  514 Mualaf di Kota Gorontalo Terima Bantuan Bahan Pokok dari BAZNAS

“Kami DPPKB-P3A selaku sekretariat atau sekretaris dari TPPS itu sendiri telah melakukan upaya-upaya secara koordinatif untuk melakukan upaya-upaya, baik pencegahan, penanganan, secara spesifik, yang melalui intervensi gizi dan secara sensitif melalui intervensi peningkatan kualitas lingkungan, penyediaan air bersih, sanitasi dan kebutuhan dasar lainnya,” jelas Eladona.

Menurutnya, beragam upaya yang dilakukan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan juga dari masyarakat. Untuk itu, besar harapan Eladona agara masyarakat dalam hal ini keluraga beresiko stunting, untuk tetap memperhatikan pola asuh dan pola tumbuh kembang si anak itu sendiri.

Berita Terkait:  Buka Turnamen Bola Voli Wali Kota Cup IV, Marten: Junjung Tinggi Sportivitas

“Karena, totalitas waktu anak tersebut lebih banyak bersama keluarga. Sehingga, apabila kedua upaya ini dilakukan dari pemerintah dan masyarakat itu sendiri, secara bergandeng tangan, tentunya masalah stunting ini akan bisa kita selesaikan secara bersama-sama,” pungkasnya.(*)

Penulis: Rendi Wardani FathanĀ 

Berita Terkait:  Treasury Award, Pemkot Gorontalo Bawa Pulang Dua Penghargaan