Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim menegaskan Logo Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 yang baru saja dilaunching kemarin, bukan hasil plagiarisme.
Ini ditegaskan Danial Ibrahim kepada sejumlah media, Senin (13/7/2025).
Danial mengatakan, pihaknya berterima kasih atas perhatian masyarakat terkait kritik logo tersebut.
“Kami ingin dalam meningkatkan indeks pembangunan olahraga, salah satunya dengan membuat orang datang ke Gorontalo untuk berolahraga dan beraktivitas. Terima kasih kepada masyarakat yang telah memperhatikan logo ini,” kata Danial.
Danial menjelaskan, logo tersebut terinspirasi dari semangat memperkenalkan budaya daerah. Huruf “G” dalam logo melambangkan Gorontalo, sedangkan siluet pelari digunakan sebagai penanda bahwa kegiatan ini adalah olahraga lari maraton.
“Agar lebih mengenalkan kegiatan ini sebagai Gorontalo Half Marathon, maka kami menambahkan tulisan besar ‘Gorontalo Half Marathon’ di logo. Pemilihan warna juga kami sesuaikan dengan karakter Gorontalo itu sendiri,” jelasnya.
Logo ini menampilkan huruf “G” dengan siluet pelari berwarna putih, dipadukan warna biru, kuning, ungu, dan putih yang memiliki makna tersendiri.
Warna ungu mencerminkan keagungan budaya Gorontalo dan semangat berprestasi, warna biru melambangkan profesionalisme serta ketenangan dalam persaingan, dan warna kuning menggambarkan optimisme masyarakat Gorontalo menjadikan olahraga sebagai gaya hidup.
“Kami sampaikan, hak cipta Gorontalo Half Marathon sudah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Logonya juga akan kami daftarkan, namun karena kritik masyarakat, akan kami sesuaikan kembali dan usulkan ulang,” tutur Danial.
Menurut Danial, sebenarnya pihaknya ingin membuat sayembara logo agar masyarakat dapat berpartisipasi, namun karena efisiensi anggaran, sayembara tersebut urung dilakukan. Akhirnya, logo dibuat oleh tim desainer internal Dispora.
“Kami tegaskan, menurut kami logo ini bukan plagiat, tapi memang ada kemiripan dengan logo perusahaan lain. Substansi dari logo ini tetap menggambarkan Gorontalo sebagai daerah pelaksanaan Half Marathon,” ujarnya.
Danial juga mengatakan, proses pendaftaran HAKI akan melalui pengecekan di World Intellectual Property Organization (WIPO). Jika terdapat indikasi plagiat, logo tersebut akan dikembalikan dan pihaknya akan melakukan penyesuaian lebih lanjut.
“Kami bertekad agar logo ini cepat diselesaikan. Harapannya, pada saat pelaksanaan Half Marathon bulan Desember, kita sudah memiliki logo resmi yang telah disepakati bersama, baik dari aspirasi masyarakat maupun kami sebagai penyelenggara,” kata Danial.
Ia juga menambahkan, dalam satu hari setelah peluncuran, sudah ada sekitar 300 pendaftar.
“Mari kita sukseskan kegiatan Gorontalo Half Marathon ini sebagai ajang penutup kegiatan olahraga di penghujung tahun,” pungkas Danial.
Dispora Provinsi Gorontalo memastikan akan mereview ulang logo tersebut sebelum digunakan secara resmi, sambil terus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan saran dan kritik.
Diketahui, usai peluncuran logo yang berlangsung Ahad (12/7/2025) kemarin, isu soal logo resmi yang diperkenalkan ini yang dianggap tidak orisinal dan kurang mencerminkan identitas Gorontalo.
Sejumlah warganet menganggap desain logo tersebut gagal merepresentasikan kekhasan daerah. Dugaan plagiarisme pun muncul karena bentuk logo dianggap serupa dengan logo milik Catalyst Central, sebuah perusahaan asal Australia, sehingga menimbulkan polemik di tengah publik.
Sorotan bukan hanya datang dari masyarakat biasa, tetapi juga dari sejumlah anggota legislatif Provinsi Gorontalo. Mereka meminta penjelasan resmi dari panitia penyelenggara terkait kesamaan logo yang telah diluncurkan tersebut.(Mg-12)












