GorontaloHeadline

Dispora Provinsi Gorontalo Tegaskan Logo GHM Bukan Hasil Plagiarisme

×

Dispora Provinsi Gorontalo Tegaskan Logo GHM Bukan Hasil Plagiarisme

Share this article
Dispora Provinsi Gorontalo Tegaskan Logo GHM Bukan Hasil Plagiarisme
Konferensi pers yang diselenggarakan Dispora Provinsi Gorontalo terkait logo GHM, Senin (14/7/2025).

Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim menegaskan Logo Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 yang baru saja dilaunching kemarin, bukan hasil plagiarisme.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Gelar Rakor dan Sinkronisasi Program Bidang PUPR

Ini ditegaskan Danial Ibrahim kepada sejumlah media, Senin (13/7/2025).

Danial mengatakan, pihaknya berterima kasih atas perhatian masyarakat terkait kritik logo tersebut.

Berita Terkait:  Sore Ini, Gubernur Gusnar Dijadwalkan Ikuti Upacara Adat Moloopu

“Kami ingin dalam meningkatkan indeks pembangunan olahraga, salah satunya dengan membuat orang datang ke Gorontalo untuk berolahraga dan beraktivitas. Terima kasih kepada masyarakat yang telah memperhatikan logo ini,” kata Danial.

Danial menjelaskan, logo tersebut terinspirasi dari semangat memperkenalkan budaya daerah. Huruf “G” dalam logo melambangkan Gorontalo, sedangkan siluet pelari digunakan sebagai penanda bahwa kegiatan ini adalah olahraga lari maraton.

Berita Terkait:  Polisi Beberkan Kronologis Lengkap Pengungkapan Kasus Handphone Bajakan

“Agar lebih mengenalkan kegiatan ini sebagai Gorontalo Half Marathon, maka kami menambahkan tulisan besar ‘Gorontalo Half Marathon’ di logo. Pemilihan warna juga kami sesuaikan dengan karakter Gorontalo itu sendiri,” jelasnya.

Logo ini menampilkan huruf “G” dengan siluet pelari berwarna putih, dipadukan warna biru, kuning, ungu, dan putih yang memiliki makna tersendiri.

Berita Terkait:  Wagub Idah Minta Gen Z Aktif di Kegiatan Donor Darah

Warna ungu mencerminkan keagungan budaya Gorontalo dan semangat berprestasi, warna biru melambangkan profesionalisme serta ketenangan dalam persaingan, dan warna kuning menggambarkan optimisme masyarakat Gorontalo menjadikan olahraga sebagai gaya hidup.

“Kami sampaikan, hak cipta Gorontalo Half Marathon sudah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Logonya juga akan kami daftarkan, namun karena kritik masyarakat, akan kami sesuaikan kembali dan usulkan ulang,” tutur Danial.

Berita Terkait:  Jaga Kondusifitas Selama Ramadan, Satpol PP Provinsi Gorontalo Siap Tegakkan Perda

Menurut Danial, sebenarnya pihaknya ingin membuat sayembara logo agar masyarakat dapat berpartisipasi, namun karena efisiensi anggaran, sayembara tersebut urung dilakukan. Akhirnya, logo dibuat oleh tim desainer internal Dispora.

“Kami tegaskan, menurut kami logo ini bukan plagiat, tapi memang ada kemiripan dengan logo perusahaan lain. Substansi dari logo ini tetap menggambarkan Gorontalo sebagai daerah pelaksanaan Half Marathon,” ujarnya.

Berita Terkait:  Digitalisasi Layanan Administrasi Desa Mulai Disosialisasikan

Danial juga mengatakan, proses pendaftaran HAKI akan melalui pengecekan di World Intellectual Property Organization (WIPO). Jika terdapat indikasi plagiat, logo tersebut akan dikembalikan dan pihaknya akan melakukan penyesuaian lebih lanjut.

“Kami bertekad agar logo ini cepat diselesaikan. Harapannya, pada saat pelaksanaan Half Marathon bulan Desember, kita sudah memiliki logo resmi yang telah disepakati bersama, baik dari aspirasi masyarakat maupun kami sebagai penyelenggara,” kata Danial.

Berita Terkait:  Pembentukan Kopdes Merah Putih Capai 100 Persen, Mendes PDT Apresiasi Gubernur Gusnar

Ia juga menambahkan, dalam satu hari setelah peluncuran, sudah ada sekitar 300 pendaftar.

“Mari kita sukseskan kegiatan Gorontalo Half Marathon ini sebagai ajang penutup kegiatan olahraga di penghujung tahun,” pungkas Danial.

Berita Terkait:  Satpol PP Provinsi dan Kabgor Lakukan Pemantauan Lokasi Hiburan Malam di Tolangohula

Dispora Provinsi Gorontalo memastikan akan mereview ulang logo tersebut sebelum digunakan secara resmi, sambil terus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan saran dan kritik.

Diketahui, usai peluncuran logo yang berlangsung Ahad (12/7/2025) kemarin, isu soal logo resmi yang diperkenalkan ini yang dianggap tidak orisinal dan kurang mencerminkan identitas Gorontalo.

Berita Terkait:  Green Tumbilotohe, Upaya Merawat Tradisi Tanpa Mengabaikan Lingkungan

Sejumlah warganet menganggap desain logo tersebut gagal merepresentasikan kekhasan daerah. Dugaan plagiarisme pun muncul karena bentuk logo dianggap serupa dengan logo milik Catalyst Central, sebuah perusahaan asal Australia, sehingga menimbulkan polemik di tengah publik.

Sorotan bukan hanya datang dari masyarakat biasa, tetapi juga dari sejumlah anggota legislatif Provinsi Gorontalo. Mereka meminta penjelasan resmi dari panitia penyelenggara terkait kesamaan logo yang telah diluncurkan tersebut.(Mg-12) 

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Salurkan Bantuan Perikanan, 500 Nelayan Dapat Perlindungan BPJS