Legislatif

Penanganan TPA Molantadu Butuh Kerjasama Berbagai Pihak

×

Penanganan TPA Molantadu Butuh Kerjasama Berbagai Pihak

Sebarkan artikel ini
Penanganan TPA Molantadu Butuh Kerjasama Berbagai Pihak
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorut, Thamrin Siradjudin dan Aleg DPRD Gorut Windra Lagarusu bersama masyarakat saat meninjau langsung kondisi TPA Molantadu, pekan kemarin.

Hargo.co.id, GORONTALO – Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Molantadu, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) mendapat kritikan dari tokoh pemuda, Adrianus Pianus.

Berita Terkait:  DPRD Kabupaten Gorontalo Kebut Perubahan SOTK

Menurut dia, hal ini dikarenakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorut dianggap tidak serius dalam melakukan penanganan.

Keluhan ini juga telah disampaikan kepada Bupati Gorut, Thariq Modanggu saat melakukan kunjungan kerja pada pekan kemarin. Tidak hanya itu saja, telah ada aduan tertulis bernomor 140/MLD-223/IX/2025 dari tokoh masyarakat Desa Molantadu, Sofyan Yusuf, kepada pimpinan DPRD Gorontalo Utara.

Berita Terkait:  Aryati: OPD Penghasil PAD Harus Disupport

Menurut Adrian, ada tiga kelemahan utama DLH dalam menangani persoalan yang dikeluhkan tersebut. Pertama, keluhan yang telah disampaikan langsung kepada Kadis DLH hingga kini belum ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Kedua, Kepala DLH dinilai tidak pernah meninjau langsung lokasi TPA dan hanya mengandalkan laporan dari bawahannya.

Berita Terkait:  Lewat Program Aspirasi, Aleg Muda PPP Ini Ringankan Beban Kebutuhan Warga

“Dan yang ketiga yakni persoalan TPA Molantadu merupakan masalah lama yang telah dikeluhkan sejak dibangunya TPA, namun baru mendapat perhatian serius ketika ada rencana kunjungan Bupati dan Wakil Bupati,” ungkapnya.

Hal ini bagi Adrian, menunjukan bahwa bukan penanganan secara teknis saja yang lemah, namun juga kurangnya loyalitas terhadap semangat Bupati dan Wakil Bupati dalam menangani persoalan rakyat.

Berita Terkait:  Apresiasi Karang Taruna Desa Sukamaju

“Melihat ini, justru fokus kerja pimpinan daerah terganggu dengan kinerja Kadis DLH,” tegasnya.

Harusnya seorang pimpinan OPD, kata Adrian, harus turun lapangan ke lokasi agar dapat memahami masalah secara menyeluruh.

Berita Terkait:  DPRD Kabgor Tindak Lanjuti Pembahasan LPJ APBD 2024

“Kami meminta Bupati dan Wakil Bupati untuk melakukan evaluasi serius terhadap kinerja Kadis DLH agar persoalan TPA Molantadu dapat ditangani secara komprehensif. Karena jika dibiarkan berlarut-larut, pencemaran dapat berdampak panjang terhadap kesehatan warga dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH, Thamrin Sirajudin mengatakan bahwa tudingan jika dirinya tidak turun lapangan itu salah.

Berita Terkait:  Pertama Kali, DPRD Hadirkan Mustahiq Saat Sidang Paripurna HUT Boalemo

“Justru saya pertama kali dilantik jadi Kepala Dinas langkah pertama saya lakukan adalah meninjau langsung TPA. Kemudian membuat perencanaan dan mengusulkan,” ungkapnya.

Terkait dengan tidak efektinya pengelolaan TPA Molantadu, juga tidak terlepas dari kondisi keuangan daerah yakni adanya efisiensi anggaran.

Berita Terkait:  Laksanakan Program, Pemkab Gorut Diminta Maksimalkan Waktu

“Rencana anggaran untuk pengelolaan TPA Molantadu tidak teralokasi,” tegasnya.

Di sisi lain, untuk target pendapatan asli daerah (PAD) persampahan, juga tidak memenuhi target,
Berita Terkait:  Komisi III DPRD Gorut Lanjutkan Pembahasan Ranperda Zakat

sehingga kendaraan tidak dapat diperbaiki dan hal ini juga berpengaruh pada serapan PAD yang tidak maksimal.

“Namun demikian, saya perlu mengapresiasi kritikan ini serta menjadi masukan juga bagi kami, pada intinya kami sedang bekerja. Ada atau tidak adanya anggaran kami tetap bekerja, namun tidak mempublikasikan,” jelasnya.

Berita Terkait:  DPRD Kabgor Gelar Paripurna Pengusulan Pengesahan Bupati Terpilih 2024

Sementara itu, aleg PKS DPRD Gorut, Windra Lagarusu menegaskan saat rapat bersama antara pemerintah daerah dengan masyarakat Molantadu terkait persoalan TPA Molantadu tersebut, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat daam menangani kompleksnya persoalan tersebut.

“Ini bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah, partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dinilai mutlak diperlukan untuk mencari solusi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Dekab Boalemo Pastikan Pembahasan RAPBD Perubahan 2025 Sesuai Mekanisme

Kunci utamanya kata Windra Lagarusu adalah sinergitas antara pemerintah dan warga.

Tanpa dukungan dan keterlibatan langsung dari masyarakat, upaya pemerintah akan sangat terbatas.

Berita Terkait:  Aryati: OPD Penghasil PAD Harus Disupport

Beberapa tantangan utama yang mengemuka dalam rapat tersebut antara lain pencemaran pada aliran sungai yang diduga akibat rembesan limbah,

kondisi bak penampungan yang sudah rusak, serta keterbatasan pada sarana dan prasarana pengelolaan sampah.(Alosius) 

Berita Terkait:  Apresiasi Karang Taruna Desa Sukamaju