Hargo.co.id, GORONTALO – Panggung pemilihan Duta Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali menelurkan talenta yang siap menggebrak dunia komunikasi.
Salah satunya adalah Lilis Rahmawati, mahasiswi semester satu yang baru menjajaki jurang komunikasi, namun sudah berani menghadapi tantangan terbesarnya: berbicara di depan umum.
Terinspirasi dari para senior hebat, Kak Marshanda dan Kak Fazri, Lilis kini membawa semangat baru untuk jurusan KPI.
Motivasi utama Lilis mengikuti ajang bergengsi ini tak lain adalah untuk menantang dirinya sendiri. Mengakui bahwa ia termasuk orang yang cukup sulit berbicara di depan publik, Lilis melihat pemilihan duta ini sebagai medan tempur pribadinya.
Baginya, menjadi Duta adalah cara paling efektif untuk mengasah skill publik speaking, sebuah kemampuan esensial yang wajib dimiliki oleh mahasiswa jurusan komunikasi. Ia bertekad, kesulitan berbicara di awal ini harus menjadi batu loncatan menuju kemampuan komunikasi yang lebih terampil.
Acara puncak pemilihan Duta KPI 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 13 Desember ini sukses membuat Lilis terperangah. Ia tak menyangka kegiatan yang diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) KPI ini bisa terselenggara dengan begitu megah dan meriah. Namun, di balik kemegahan itu, Lilis harus berhadapan dengan tantangan internal yang menguji mentalnya.
Ia secara jujur mengakui bahwa melihat bakat dan skill yang dimiliki oleh teman-teman sesama peserta, rasa insecure sempat meliputinya.
Rentang waktu open recruitment yang digelar dari 19 November hingga 10 Desember berhasil menjaring banyak calon duta berpotensi. Keberhasilan dan kemeriahan acara ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk para sponsor besar.
Kegiatan ini disponsori oleh PLN, Caffino, Gghijab, Erafone, Indodax, Cryptovisionaries, Q-mas M air Demineral, Kanwil, dan Badan Keuangan, menunjukkan betapa pentingnya peran Duta KPI ini bagi masyarakat dan mitra luar kampus.
Melihat era digital yang kian masif, Lilis telah menyiapkan program kerja yang berfokus pada konten kreatif.
Ia berencana membuat konten-konten menarik seputar KPI di media sosial. Tujuannya adalah menjangkau audiens yang lebih luas, tidak hanya di daerah, tetapi hingga ke luar Gorontalo, menjadikan KPI dikenal secara nasional.
Ia memahami betul bahwa media sosial adalah gerbang utama untuk menarik perhatian generasi muda saat ini.
Selain itu, program kerja Lilis juga akan mengombinasikan dunia digital dengan kegiatan lapangan.
Program turun ke sekolah-sekolah menjadi prioritas kedua, di mana ia dan Duta KPI terpilih akan bersosialisasi
dan mengenalkan jurusan KPI secara langsung.
Lilis berharap, sosialisasi ini tidak hanya terbatas di Gorontalo, tetapi bisa meluas ke luar daerah,
membuka wawasan para siswa tentang keunggulan jurusan Komunikasi Penyiaran Islam.
Lilis Rahmawati berharap, ia dan seluruh teman-teman Duta KPI 2025 yang terpilih dapat membawa nama baik jurusan dan menjadi magnet.
Ia optimis dapat mengajak para siswa-siswi di luar sana untuk lebih tertarik lagi dengan jurusan KPI,
sehingga jumlah peminat jurusan yang membekali mahasiswanya dengan ilmu agama dan komunikasi ini
dapat semakin meningkat di tahun-tahun mendatang. (MG-07)












