Hargo.co.id, GORONTALO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
Kali ini, BPBD Kota Gorontalo memberikan pelatihan Water Evacuation kepada pegawai PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Gorontalo, sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pelayanan vital.
Pelatihan yang berlangsung di lingkungan kerja PLN tersebut menyasar pegawai yang berpotensi terlibat langsung saat kondisi darurat, terutama ketika banjir, genangan air, atau gangguan jaringan listrik terjadi akibat cuaca ekstrem.
Dengan pendekatan praktis, peserta dibekali keterampilan evakuasi di wilayah perairan dan prosedur keselamatan yang mengutamakan perlindungan jiwa.
Kepala BPBD Kota Gorontalo, Dandy Winardi Datau, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak bisa dibangun secara sektoral.
Tokoh muda yang dalam keseharian dikenal aktif dan akrab disapa Mayor Teddy Gorontalo ini menilai kolaborasi dengan PLN memiliki nilai strategis bagi keselamatan masyarakat.
“PLN adalah tulang punggung pelayanan publik. Ketika bencana terjadi, petugas di lapangan harus siap secara teknis dan mental. Pelatihan evakuasi air ini memastikan keselamatan personel sekaligus menjaga keberlanjutan layanan untuk masyarakat,” ujarnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh tim BPBD Kota Gorontalo yang berpengalaman dalam operasi kedaruratan.
Peserta mendapatkan pengenalan risiko banjir, teknik evakuasi di area tergenang, penggunaan perahu karet dan alat pelindung diri, hingga simulasi penyelamatan korban secara aman dan terkoordinasi sesuai standar penanggulangan bencana.
Pihak PLN Gorontalo menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi komitmen BPBD dalam membangun kesiapsiagaan bersama.
Pelatihan ini dinilai relevan dengan tantangan lapangan yang kerap dihadapi,
khususnya pada musim hujan dengan intensitas cuaca yang semakin tidak menentu.
BPBD Kota Gorontalo menegaskan akan terus mendorong edukasi dan pelatihan kebencanaan bagi instansi pemerintah, BUMN, dan masyarakat luas.
Upaya berkelanjutan ini menjadi bagian dari visi mewujudkan Kota Gorontalo sebagai kota yang tangguh,
responsif, dan siap menghadapi bencana di tingkat lokal maupun nasional. (Rls)












