Kota Gorontalo

Marten Taha: Program KB Bisa Lahirkan Keluarga Tangguh

×

Marten Taha: Program KB Bisa Lahirkan Keluarga Tangguh

Share this article
Marten Taha_ Program KB Bisa Lahirkan Keluarga Tangguh
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha dalam kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KBKR di Wilayah Khusus, Selasa (30/4/2024). (Foto: Fahrul Hulalata untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menghadiri kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KB/KR di Wilayah Khusus, Selasa (30/4/2024).

Berita Terkait:  Adhan Perintahkan Evaluasi Penerima Bantuan, Pelaku Miras dan Narkoba Terancam Dicoret

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Kota Tengah, Kota Gorontalo ini dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) Kota Gorontalo.

Dalam penyampaiannya, Marten Taha mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan ketahanan keluarga, agar nantinya anak-anak menjadi sehat, cerdas dan kuat.

Berita Terkait:  Gelar Karya Kokurikuler SMP Negeri 3, Suguhkan Tanggomo, Paiya Lohungo Lopoli, dan Dana-Dana

“Sosialisasi Keluarga Berencana ini menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka mendorong terciptanya kebahagiaan dalam rumah tangga,” kata Marten.

Dirinya menjelaskan, tujuan program Keluarga Berencana (KB) bukan sekedar menurunkan angka kelahiran semata, melainkan juga menciptakan keluarga yang tangguh, bahagia dan sejahtera.

Berita Terkait:  Adhan Ingatkan Nakes: Selamatkan Nyawa Lebih Penting daripada Urusan Administrasi

“Di mana anak-anaknya sehat, anak-anaknya cerdas dan ibu-bapaknya bahagia, sehingga keluarga menjadi tangguh,” tutur Marten.

Untuk itu, pihaknya berharap agar para orang tua, terutama pasangan usia subur untuk ikut serta dalam program KB tersebut.

Berita Terkait:  Adhan: Istighosah Bukan Sekadar Doa, Tapi Jalan Menyatukan Umat

Sebab, menurut Marten, jika terlalu banyak anak, ditambah lagi dengan banyaknya pekerjaan,

maka bisa saja anak yang lain tidak terurus, atau pekerjaan yang lain tidak dikerjakan.

“Oleh karena itu, angka kelahirannya dibatasi dan jarak kelahirannya juga dibatasi,” himbau Marten.

Berita Terkait:  RS Multazam Bantah Tolak Pasien BPJS, Pastikan Pelayanan Sesuai Standar

Untuk diketahui, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi Cegah Stunting Pada Keluarga Resiko Stunting serta Pemberian Bansos Oleh Baznas Provinsi Gorontalo.(*)

Penulis: Fahrul Hulalata/ Mahasiswa Magang UNG 

Berita Terkait:  Ini Profil Ismail Madjid, Figur yang Dipilih Mendagri Sebagai Pj Wali Kota