Kota Gorontalo

Marten Taha: Program KB Bisa Lahirkan Keluarga Tangguh

×

Marten Taha: Program KB Bisa Lahirkan Keluarga Tangguh

Sebarkan artikel ini
Marten Taha_ Program KB Bisa Lahirkan Keluarga Tangguh
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha dalam kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KBKR di Wilayah Khusus, Selasa (30/4/2024). (Foto: Fahrul Hulalata untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menghadiri kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KB/KR di Wilayah Khusus, Selasa (30/4/2024).

Berita Terkait:  Kantor Wali Kota Gorontalo akan Dipindahkan ke Terminal 42, Wujud Janji Kampanye Adhan-Indra

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Kota Tengah, Kota Gorontalo ini dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) Kota Gorontalo.

Dalam penyampaiannya, Marten Taha mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan ketahanan keluarga, agar nantinya anak-anak menjadi sehat, cerdas dan kuat.

Berita Terkait:  Diserang Kritik Tanpa Bukti, Adhan Hanya Tersenyum: Biarkan Prestasi yang Menjawab

“Sosialisasi Keluarga Berencana ini menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka mendorong terciptanya kebahagiaan dalam rumah tangga,” kata Marten.

Dirinya menjelaskan, tujuan program Keluarga Berencana (KB) bukan sekedar menurunkan angka kelahiran semata, melainkan juga menciptakan keluarga yang tangguh, bahagia dan sejahtera.

Berita Terkait:  PKK Kota Gorontalo Diharap Berkontribusi dalam Program Ketahanan Pangan

“Di mana anak-anaknya sehat, anak-anaknya cerdas dan ibu-bapaknya bahagia, sehingga keluarga menjadi tangguh,” tutur Marten.

Untuk itu, pihaknya berharap agar para orang tua, terutama pasangan usia subur untuk ikut serta dalam program KB tersebut.

Berita Terkait:  Marten Support Gebyar Ketupat Tanggida'a Group, Jamal: Terima Kasih Pak Wali

Sebab, menurut Marten, jika terlalu banyak anak, ditambah lagi dengan banyaknya pekerjaan,

maka bisa saja anak yang lain tidak terurus, atau pekerjaan yang lain tidak dikerjakan.

“Oleh karena itu, angka kelahirannya dibatasi dan jarak kelahirannya juga dibatasi,” himbau Marten.

Berita Terkait:  Ismail Madjid Resmikan 32 PSU dan Lampu Jalan di Santorini

Untuk diketahui, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi Cegah Stunting Pada Keluarga Resiko Stunting serta Pemberian Bansos Oleh Baznas Provinsi Gorontalo.(*)

Penulis: Fahrul Hulalata/ Mahasiswa Magang UNG 

Berita Terkait:  Banjir Belum Surut, Pemkot Gorontalo Terus Distribusi Bantuan untuk Warga Terdampak