Kabar Nusantara

Ramadan di Nunuka Raya, Hadirkan Kebersamaan yang Tumbuh dari Kebiasaan Sederhana

×

Ramadan di Nunuka Raya, Hadirkan Kebersamaan yang Tumbuh dari Kebiasaan Sederhana

Sebarkan artikel ini
Ramadan di Nunuka Raya, Hadirkan Kebersamaan yang Tumbuh dari Kebiasaan Sederhana
Suasana pagi di Desa Nunuka Raya, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolsel, pada hari pertama Ramadan. (Foto: Fendra Amelia Abdullah/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, SULUT – Hari pertama Ramadan di Desa Nunuka Raya, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), diwarnai suasana yang berbeda.

Berita Terkait:  Tak Sengaja Tembak Temannya, 2 Anggota Densus 88 Ditetapkan Jadi Tersangka

Sejak selesai salat Subuh, jalan utama desa dipenuhi warga yang memanfaatkan pagi dengan berjalan santai dan bercengkerama.

Arus warga terlihat mengalir dari berbagai penjuru kampung. Sebagian memilih berjalan kaki menikmati udara segar, sementara lainnya datang dengan sepeda motor sebelum memarkirkannya di tepi jalan.

Berita Terkait:  Polri-Dewan Pers Deklarasi Pemilu Damai 2024 Bersama Pimpinan Media

Percakapan ringan dan tawa kecil terdengar di antara kelompok-kelompok warga yang saling menyapa.

Kebiasaan ini sudah menjadi tradisi tak tertulis setiap Ramadan tiba. Tanpa undangan resmi atau agenda khusus, masyarakat menjadikan momen pagi sebagai ruang silaturahmi sebelum kembali ke rutinitas harian.

Berita Terkait:  Hadiri Simulasi Sispamkota, Kapolda: Perkuat Koordinasi dan Tetap Berlatih

“Setiap awal puasa suasananya memang ramai seperti ini. Habis subuh, banyak yang keluar untuk jalan pagi dan kumpul sebentar,” tutur Febri, salah seorang warga.

Lingkungan desa yang dikelilingi deretan pohon kelapa dan perbukitan hijau menambah kenyamanan suasana.

Berita Terkait:  PMO Prakerja Lakukan Pendampingan Bagi Para Pendaftar di Gorontalo

Jalan utama seakan berubah fungsi menjadi ruang publik sementara, tempat warga berbagi cerita dan mempererat kebersamaan.

Ramadan di Nunuka Raya bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, bulan suci ini menghadirkan kebersamaan yang tumbuh dari kebiasaan sederhana, dimulai sejak cahaya pagi pertama menyinari desa.(Mg-01) 

Berita Terkait:  APKASI, APEKSI, ADKASI dan ADEKSI Kompak Surati Presiden Gegara TKD Dipangkas