Legislatif

Zulfikar Usira: Tumbilotohe Wujud Akulturasi Adat dan Agama

×

Zulfikar Usira: Tumbilotohe Wujud Akulturasi Adat dan Agama

Share this article
Zulfikar Usira: Tumbilotohe Wujud Akulturasi Adat dan Agama
Ketua DPRD Kabgor, Zulfikar Usira ketika menyulut api Tumbilotohe.

Hargo.co.id, GORONTALO – Tradisi Tumbilotohe kembali digelar masyarakat Gorontalo pada malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah, Senin (16/3/2026).

Berita Terkait:  DPRD Kabgor Surati Bupati, Minta Sekda Dinonaktifkan

Tradisi menyalakan lampu botol yang menjadi ciri khas masyarakat Gorontalo ini terus dipertahankan sebagai bagian dari budaya religius yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, turut ambil bagian dalam pemasangan lampu botol pada perayaan tersebut.

Berita Terkait:  Irwan: Buruh Tulang Punggung Ekonomi

Ia menilai tradisi Tumbilotohe bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga menjadi simbol perpaduan antara nilai keagamaan dan adat istiadat yang telah lama hidup dalam masyarakat.

“Tumbilotohe ini merupakan akulturasi antara adat dan agama yang telah menjadi ciri khas masyarakat Gorontalo. Di dalamnya terdapat nilai spiritual, kebersamaan, serta semangat masyarakat dalam menyambut malam-malam terakhir bulan suci Ramadan,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Aleg Dekab Boalemo Jamin TPP ASN Terbayar Hingga Desember

Menurut Zulfikar Usira, tradisi Tumbilotohe merupakan bukti bahwa nilai-nilai Islam dapat tumbuh dan berkembang melalui pendekatan budaya lokal.

Akulturasi antara adat dan agama tersebut dinilai menjadi kekuatan dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan di daerah.

Berita Terkait:  Gelar Rapat Perdana, Pansus LKPJ DPRD Gorut Minta Daftar Pembayaran yang Belum Tuntas

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan tradisi berbasis budaya lokal seperti Tumbilotohe memiliki peran penting

dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat.

Berita Terkait:  Warga Dudepo Akhirnya Nikmati Aliran Listrik, Hadiah dari Rusli Habibie Jelang HUT ke-81 RI

Tradisi ini bahkan telah menjadi bagian dari identitas religius masyarakat Gorontalo yang tetap selaras dengan syariat Islam.

“Adat istiadat yang tidak bertentangan dengan syariat justru menjadi bagian dari moderasi beragama, tradisi seperti Tumbilotohe menunjukkan bagaimana agama dan budaya dapat berjalan berdampingan serta memperkuat kerukunan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Berita Terkait:  Deasy Harap, Program 2024 Terlaksana dengan Maksimal

Di akhir penyampaiannya, Zulfikar Usira mengimbau masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut sebagai warisan budaya religius daerah.

Menurutnya, Tumbilotohe tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga menjadi momentum

Berita Terkait:  Iskandar Warning Kontraktor Proyek Revitalisasi Irigasi Desa Pone

mempererat kebersamaan serta kerukunan antarwarga dalam menyambut akhir bulan suci Ramadan.(Deice)