Legislatif

Zulfikar Usira: Tumbilotohe Wujud Akulturasi Adat dan Agama

×

Zulfikar Usira: Tumbilotohe Wujud Akulturasi Adat dan Agama

Share this article
Zulfikar Usira_ Tumbilotohe Wujud Akulturasi Adat dan Agama
Ketua DPRD Kabgor, Zulfikar Usira ketika menyulut api Tumbilotohe.

Hargo.co.id, GORONTALO – Tradisi Tumbilotohe kembali digelar masyarakat Gorontalo pada malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah, Senin (16/3/2026).

Berita Terkait:  Komisi II DPRD Gorut Gelar Rapat Evaluasi Program

Tradisi menyalakan lampu botol yang menjadi ciri khas masyarakat Gorontalo ini terus dipertahankan sebagai bagian dari budaya religius yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, turut ambil bagian dalam pemasangan lampu botol pada perayaan tersebut.

Berita Terkait:  Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo Soroti Lonjakan Sampah, Capai 90 Ton per Hari

Ia menilai tradisi Tumbilotohe bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga menjadi simbol perpaduan antara nilai keagamaan dan adat istiadat yang telah lama hidup dalam masyarakat.

Tumbilotohe ini merupakan akulturasi antara adat dan agama yang telah menjadi ciri khas masyarakat Gorontalo. Di dalamnya terdapat nilai spiritual, kebersamaan, serta semangat masyarakat dalam menyambut malam-malam terakhir bulan suci Ramadan,” ungkapnya.

Berita Terkait:  DPRD Gorut Terima Usulan Rancangan KUA PPAS Tahun 2025

Menurut Zulfikar Usira, tradisi Tumbilotohe merupakan bukti bahwa nilai-nilai Islam dapat tumbuh dan berkembang melalui pendekatan budaya lokal.

Akulturasi antara adat dan agama tersebut dinilai menjadi kekuatan dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan di daerah.

Berita Terkait:  Komisi I DPRD Kabgor Minta Dugaan Kasus Cabul Oknum Kadus Ditangani Serius

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan tradisi berbasis budaya lokal seperti Tumbilotohe memiliki peran penting

dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat.

Berita Terkait:  Gudang Jagung PT. SUL Tutup, Petani Mengadu ke DPRD Gorut

Tradisi ini bahkan telah menjadi bagian dari identitas religius masyarakat Gorontalo yang tetap selaras dengan syariat Islam.

“Adat istiadat yang tidak bertentangan dengan syariat justru menjadi bagian dari moderasi beragama, tradisi seperti Tumbilotohe menunjukkan bagaimana agama dan budaya dapat berjalan berdampingan serta memperkuat kerukunan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Berita Terkait:  Jaga dan Teruskan Cita-cita Bangsa Indonesia

Di akhir penyampaiannya, Zulfikar Usira mengimbau masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut sebagai warisan budaya religius daerah.

Menurutnya, Tumbilotohe tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga menjadi momentum

Berita Terkait:  Memasuki Akhir Periode, Aleg DPRD Gorut Kian Maksimalkan Tupoksi

mempererat kebersamaan serta kerukunan antarwarga dalam menyambut akhir bulan suci Ramadan.(Deice)