Kota Gorontalo

Strategi Realistis Adhan Berbuah Manis: PAD 2025 Lampaui Target, Tembus Rp 392 Miliar

×

Strategi Realistis Adhan Berbuah Manis: PAD 2025 Lampaui Target, Tembus Rp 392 Miliar

Share this article
Jeritan Wong Cilik Didengar, Adhan bakal Pangkas Retribusi Petak Pasar Sentral - Strategi Realistis Adhan Berbuah Manis: PAD 2025 Lampaui Target, Tembus Rp 392 Miliar - Perda Anti LGBT
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.

Hargo.co.id, GORONTALO – Di tengah tekanan ekonomi dan kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlangsung, Pemerintah Kota Gorontalo justru mencatatkan kinerja fiskal yang solid. pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2025 berhasil melampaui target, dengan realisasi mencapai Rp392,72 miliar atau 102,58 persen dari target yang telah dirasionalisasi.

Berita Terkait:  Adhan Kobarkan Solidaritas ASN, Bantuan untuk Korban Gempa NTT Capai Rp108 Juta

Capaian ini menunjukkan adanya pergeseran pendekatan dalam pengelolaan pendapatan daerah, dari sekadar mengejar target tinggi menjadi lebih adaptif melalui penetapan target yang realistis dan berbasis potensi riil.

Strategi tersebut terbukti mampu menjaga kredibilitas perencanaan sekaligus mendorong optimalisasi penerimaan daerah secara lebih terukur.

Berita Terkait:  Mulai Tahun Ini, Pemkot Gorontalo Bebaskan Pajak Kos-kosan

Jika dibandingkan dengan tahun 2024, kinerja PAD Kota Gorontalo mengalami lonjakan signifikan. Pada tahun sebelumnya, realisasi PAD hanya mencapai 86,34 persen dari target.

Sementara pada 2025, tidak hanya target yang tercapai, tetapi juga terlampaui. Secara nominal, terjadi peningkatan sebesar Rp62,59 miliar atau tumbuh 18,82 persen secara tahunan.

Berita Terkait:  Serangan Isu Soal Sampah, Pemkot Gorontalo Balas dengan Data dan Program Nyata

Dari sisi struktur, pajak daerah menjadi salah satu pendorong utama dengan realisasi sebesar Rp123,77 miliar atau 106,32 persen dari target.

Peningkatan ini mencerminkan efektivitas penguatan basis pajak serta perbaikan sistem pemungutan yang semakin optimal. Kinerja positif juga terlihat pada retribusi daerah yang terealisasi sebesar Rp250,16 miliar atau 102,17 persen, menunjukkan bahwa stabilitas penerimaan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi masyarakat.

Berita Terkait:  Pelaksanaan Kegiatan Sarapan Sehat Disambut Antusias Siswa

Sementara itu, komponen lain-lain PAD yang sah mencatat pertumbuhan paling tinggi secara tahunan, dengan kenaikan lebih dari 53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini mengindikasikan adanya diversifikasi sumber pendapatan yang mulai memberikan kontribusi lebih signifikan terhadap total PAD.

Berita Terkait:  Bareng Pemkot, Tanggidaa Group dan PLN NP UPDK Gelar Bersih-bersih Pantai

Adapun hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan masih berada di bawah target dengan capaian 91,42 persen, yang menjadi perhatian untuk penguatan kinerja BUMD ke depan.

Wali Kota Gorontalo, Hi. Adhan Dambea menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kebijakan fiskal yang lebih adaptif dan berbasis kondisi riil di lapangan.

Berita Terkait:  BTN Gorontalo Perkuat Digitalisasi Sekolah Lewat Kartu Air Belajar dan Program Siswa Menabung

“Di tengah tekanan ekonomi, kami tidak memaksakan target yang tidak realistis. Yang kami lakukan adalah merasionalisasi target berdasarkan potensi riil, lalu memastikan seluruh perangkat daerah bekerja optimal. Hasilnya, PAD tidak hanya tercapai, tetapi mampu melampaui target,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kemandirian fiskal daerah, sekaligus memperkuat ruang gerak pemerintah dalam membiayai pembangunan.

Berita Terkait:  Ismail Madjid Resmikan 32 PSU dan Lampu Jalan di Santorini

“Ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan bahwa tata kelola keuangan daerah kita semakin sehat dan mandiri. Ke depan, kami akan terus menjaga tren ini dengan memperkuat basis pendapatan tanpa membebani masyarakat,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala BKAD Kota Gorontalo, Nuryanto, menjelaskan bahwa keberhasilan ini juga didukung oleh penguatan sistem pengelolaan pendapatan dan koordinasi lintas perangkat daerah.

Berita Terkait:  Tanpa Koordinasi Pemkot, Pemilihan Ketua KADIN Kota Gorontalo Tuai Sorotan

“Optimalisasi PAD tahun 2025 tidak terlepas dari perbaikan sistem, penguatan pengawasan, serta sinergi antar OPD. Kami juga mendorong digitalisasi dan intensifikasi pemungutan agar lebih akuntabel dan efisien,” jelasnya.

Menurutnya, ke depan Pemerintah Kota Gorontalo akan terus melakukan pemetaan potensi pendapatan secara lebih detail, sekaligus menjaga keseimbangan antara optimalisasi PAD dan stabilitas ekonomi daerah.
Berita Terkait:  Konsisten Gelar Baksos, Sekda Ismail: Pemuda Molosipat Bangkit Patut Dicontoh

“Fokus kami bukan hanya mengejar target, tetapi memastikan keberlanjutan. Dengan perencanaan yang lebih presisi dan berbasis data, kami optimistis kinerja PAD dapat terus meningkat secara konsisten,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, capaian ini menegaskan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo mampu menjaga keseimbangan antara kehati-hatian fiskal dan optimalisasi pendapatan.

Berita Terkait:  Dugaan Kasus Korupsi Perjadis Pemkot Periode 2019-2024 Naik Tahap Penyidikan, Ruangan Bagian Umum Digeledah

Di tengah keterbatasan ruang fiskal dan tekanan ekonomi, keberhasilan menembus target PAD di atas 100 persen

menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.(Rls) 

Berita Terkait:  Serangan Isu Soal Sampah, Pemkot Gorontalo Balas dengan Data dan Program Nyata