Hargo.co.id, GORONTALO – Di tengah tekanan ekonomi dan kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlangsung, Pemerintah Kota Gorontalo justru mencatatkan kinerja fiskal yang solid. pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2025 berhasil melampaui target, dengan realisasi mencapai Rp392,72 miliar atau 102,58 persen dari target yang telah dirasionalisasi.
Capaian ini menunjukkan adanya pergeseran pendekatan dalam pengelolaan pendapatan daerah, dari sekadar mengejar target tinggi menjadi lebih adaptif melalui penetapan target yang realistis dan berbasis potensi riil.
Strategi tersebut terbukti mampu menjaga kredibilitas perencanaan sekaligus mendorong optimalisasi penerimaan daerah secara lebih terukur.
Jika dibandingkan dengan tahun 2024, kinerja PAD Kota Gorontalo mengalami lonjakan signifikan. Pada tahun sebelumnya, realisasi PAD hanya mencapai 86,34 persen dari target.
Sementara pada 2025, tidak hanya target yang tercapai, tetapi juga terlampaui. Secara nominal, terjadi peningkatan sebesar Rp62,59 miliar atau tumbuh 18,82 persen secara tahunan.
Dari sisi struktur, pajak daerah menjadi salah satu pendorong utama dengan realisasi sebesar Rp123,77 miliar atau 106,32 persen dari target.
Peningkatan ini mencerminkan efektivitas penguatan basis pajak serta perbaikan sistem pemungutan yang semakin optimal. Kinerja positif juga terlihat pada retribusi daerah yang terealisasi sebesar Rp250,16 miliar atau 102,17 persen, menunjukkan bahwa stabilitas penerimaan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi masyarakat.
Sementara itu, komponen lain-lain PAD yang sah mencatat pertumbuhan paling tinggi secara tahunan, dengan kenaikan lebih dari 53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini mengindikasikan adanya diversifikasi sumber pendapatan yang mulai memberikan kontribusi lebih signifikan terhadap total PAD.
Adapun hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan masih berada di bawah target dengan capaian 91,42 persen, yang menjadi perhatian untuk penguatan kinerja BUMD ke depan.
Wali Kota Gorontalo, Hi. Adhan Dambea menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kebijakan fiskal yang lebih adaptif dan berbasis kondisi riil di lapangan.
“Di tengah tekanan ekonomi, kami tidak memaksakan target yang tidak realistis. Yang kami lakukan adalah merasionalisasi target berdasarkan potensi riil, lalu memastikan seluruh perangkat daerah bekerja optimal. Hasilnya, PAD tidak hanya tercapai, tetapi mampu melampaui target,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kemandirian fiskal daerah, sekaligus memperkuat ruang gerak pemerintah dalam membiayai pembangunan.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan bahwa tata kelola keuangan daerah kita semakin sehat dan mandiri. Ke depan, kami akan terus menjaga tren ini dengan memperkuat basis pendapatan tanpa membebani masyarakat,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala BKAD Kota Gorontalo, Nuryanto, menjelaskan bahwa keberhasilan ini juga didukung oleh penguatan sistem pengelolaan pendapatan dan koordinasi lintas perangkat daerah.
“Optimalisasi PAD tahun 2025 tidak terlepas dari perbaikan sistem, penguatan pengawasan, serta sinergi antar OPD. Kami juga mendorong digitalisasi dan intensifikasi pemungutan agar lebih akuntabel dan efisien,” jelasnya.
Menurutnya, ke depan Pemerintah Kota Gorontalo akan terus melakukan pemetaan potensi pendapatan secara lebih detail, sekaligus menjaga keseimbangan antara optimalisasi PAD dan stabilitas ekonomi daerah.
“Fokus kami bukan hanya mengejar target, tetapi memastikan keberlanjutan. Dengan perencanaan yang lebih presisi dan berbasis data, kami optimistis kinerja PAD dapat terus meningkat secara konsisten,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, capaian ini menegaskan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo mampu menjaga keseimbangan antara kehati-hatian fiskal dan optimalisasi pendapatan.
Di tengah keterbatasan ruang fiskal dan tekanan ekonomi, keberhasilan menembus target PAD di atas 100 persen
menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.(Rls)












