Kota Gorontalo

Abaikan Hal Ini, Izin Usaha Rumah Makan dan Restoran akan Dicabut Permanen

×

Abaikan Hal Ini, Izin Usaha Rumah Makan dan Restoran akan Dicabut Permanen

Share this article
Abaikan Hal Ini, Izin Usaha Rumah Makan dan Restoran akan Dicabut Permanen
Ilustrasi izin usaha rumah makan dicabut.

Hargo.co.id, GORONTALO – Pelaku usaha khususnya restoran, rumah makan, dan jasa catering yang ada di Kota Gorontalo diingatkan untuk melampirkan atau memberikan bill yang mencantumkan pajak ketika bertransaksi dengan konsumen.

Berita Terkait:  6.500 Remaja Masjid Dikukuhkan, Adhan: Pelopor Misi Kota Gorontalo Religi

Hal ini mutlak untuk dilakukan pelaku usaha. Sebab, jika tidak, maka siap-siap akan dijatuhi sanksi.

“Pelaku usaha restoran, rumah makan hingga jasa catering yang tidak memberikan bill yang ada pajaknya saat menerima pembayaran dari konsumen akan dijatuhi sanksi,” tegas Kepala Badan Keuangan Kota Gorontalo, Nuryanto ketika diwawancarai Gorontalo Post melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp, Senin (20/1/2024).

Berita Terkait:  56 Santri Tilawah dan Tahfiz Binaan BAZNAS Kota Gorontalo Diwisuda

Dijelaksan Nuryanto, sanksi untuk pelaku usaha yang nakal akan diberlakukan secara bertahap, mulai dari proses pemanggilan, teguran tertulis, pemasangan stiker, dan pencabutan izin sementara.

“Tapi, kalau tetap kumabal, maka izin usaha akan dicabut permanen,” ungkap Nuryanto.

Berita Terkait:  RPJMD 2025-2029 Disesuaikan dengan Visi dan Misi Pimpinan Daerah Terpilih

Sanksi yang diberlakukan tersebut, menurut Nuryanto, sesuai dengan ketentuan. Yaitu, Undang-undang (UU) tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.

Selain itu, tambah dia, juga diatur dalam peraturan pemerintah (PP) 35/2023 tentang ketentuan umum pajak daerah dan retribusi daerah (KUPDRD). PP 35/2023 merupakan aturan turunan dari UU HKPD.

Berita Terkait:  Fungsi Dua Pasar Ini akan Dialihkan Kembali, Adhan: Tidak Ada Cerita, Torang Bekeng Bae

“Setiap sanksi yang kami berlakukan, punya dasarnya atau regulasi,” tandas sosok yang telah banyak pengalaman di bidang keuangan tersebut.

Untuk itu, Nuryanto mengimbau kepada pelaku usaha restoran, rumah makan, hingga jasa catering

untuk memberikan bill yang ada pajaknya kepada konsumen saat bertransaksi.

Dia juga meminta kepada warga atau konsumen untuk melakukan pengawasan terhadap hal tersebut.

Berita Terkait:  Karnaval Budaya dan Gerak Jalan Jadi Ruang Pembentukan Karakter Generasi Muda

“Jangan takut melaporkan kepada kami kalau ada yang tidak memberikan bill dengan potongan pajaknya. Karena dengan pro aktif warga dalam melakukan pengawasan, secara tidak langsung berkontribusi untuk peningkatan PAD (Pendapatan asli daerah) yang akan digunakan untuk pembangunan daerah,” tutup Nuryanto. (Rendi)