Legislatif

Iskandar Soroti Lemahnya Koordinasi OPD Kabgor, Gaji Penjaga Rumah Adat Nunggak Empat Bulan

×

Iskandar Soroti Lemahnya Koordinasi OPD Kabgor, Gaji Penjaga Rumah Adat Nunggak Empat Bulan

Sebarkan artikel ini
Iskandar Soroti Lemahnya Koordinasi OPD Kabgor, Gaji Penjaga Rumah Adat Nunggak Empat Bulan
Suasana RDP Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo, Senin (6/4/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Minimnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kembali menjadi sorotan.

Berita Terkait:  Irwan Minta, OPD yang Tak Mampu Dapatkan DAK Dirampingkan

Hal ini mencuat dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo, Senin (6/4/2026), setelah terungkap adanya tunggakan gaji penjaga rumah adat Dulohupa selama empat bulan.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo, Iskandar Mangopa, menilai kondisi tersebut sebagai bentuk kelalaian serius dalam tata kelola pemerintahan, khususnya dalam hal koordinasi lintas OPD.

Berita Terkait:  Dekab Gorut Apresiasi Sikap Kritis APGUM

“Ini sangat memprihatinkan. Empat bulan mereka tidak menerima gaji, padahal mereka tetap bekerja. Apalagi pada periode Februari hingga Maret, yang bertepatan dengan Ramadan dan Idulfitri, kebutuhan ekonomi tentu meningkat,” ujarnya usai RDP.

Ia menegaskan, persoalan ini bukan semata soal keterbatasan anggaran, melainkan lemahnya komunikasi dan sinkronisasi antar instansi terkait. Bahkan, menurutnya, terjadi perbedaan informasi antara OPD.

Berita Terkait:  Aleg PKS Minta Pemkab Gorontalo Manfaatkan Aset yang Terbengkalai

Disebutkan, Dinas Pendidikan mengaku tidak memiliki alokasi anggaran untuk pembayaran honor penjaga rumah adat.

Namun, di sisi lain, pihak keuangan dan Bappeda menyatakan anggaran tersebut sebenarnya tersedia.

Berita Terkait:  Setoran Pajak Hotel Hanya Dikisaran Rp. 1 Juta, Idris: Masih Mending Pedagang Tomat

“Ada anggaran sekitar Rp18 juta per tahun, tetapi ironisnya OPD terkait justru tidak mengetahuinya. Ini menunjukkan lemahnya koordinasi dan pengawasan,” tegasnya.

Iskandar Mangopa yang telah menjabat sebagai anggota DPRD selama empat periode itu meminta agar kejadian serupa tidak terulang.

Berita Terkait:  Berkas PAW Roni Imran Tengah Berproses

Ia menekankan pentingnya peran pimpinan OPD untuk memahami secara menyeluruh program dan alokasi anggaran di instansi masing-masing.

“Ke depan, koordinasi lintas OPD harus diperkuat. Pimpinan OPD harus benar-benar memahami program dan anggaran yang ada, agar tidak ada lagi hak-hak pekerja yang terabaikan seperti ini,” pungkas politisi Partai Golkar tersebut.(Deice) 

Berita Terkait:  Pengembangan Pelabuhan Anggrek: Aleg Gorut Ingatkan PT. AGIT Soal Pemenuhan Hak Warga Terdampak