Legislatif

Tindaklanjuti Surat Teguran BPJS, Komisi IV DPRD Kabgor Gelar RDP

×

Tindaklanjuti Surat Teguran BPJS, Komisi IV DPRD Kabgor Gelar RDP

Sebarkan artikel ini
Tindaklanjuti Surat Teguran BPJS, Komisi IV DPRD Kabgor Gelar RDP
Komisi IV DPRD Kabgor saat melakukan rapat dengar pendapat dengan pihak RSUD terkait teguran BPJS.

Hargo.co.id, GORONTALO – Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo menggelar rapat dengar pendapat (RDP), bersama pihak Rumah Sakit MM Dunda Limboto, Selasa (6/5/2025).

Berita Terkait:  DPRD Kabgor Tuntut Kejelasan Data Karyawan Royal Coconut yang Tercover di BPJS

Rapat tersebut merupakan respons atas surat teguran dari BPJS Kesehatan terhadap pelayanan di RSUD MM Dunda Limboto yang dinilai bermasalah. Dalam rapat, terungkap sejumlah permasalahan mendasar yang selama ini terjadi di RSUD Dunda Limboto.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah terkait buruknya pelayanan kepada pasien yang menjadi perhatian DPRD dan BPJS Kesehatan.

Berita Terkait:  Roman Apresiasi Turnamen Volly Ball Tunas Muda Cup I

“Jadi seluruh yang terungkap di rapat hari ini akan kita bawa ke rapat internal Komisi IV,” jelas Jayusdi usai memimpin jalannya rapat.

Ia menegaskan, persoalan-persoalan yang muncul akan ditindaklanjuti secara serius oleh pihaknya demi perbaikan pelayanan di RSUD Dunda.

Berita Terkait:  Aleg Dapil Telaga Cs Siap Kawal Aspirasi Rakyat

Salah satu permasalahan utama yang diangkat adalah tidak adanya fasilitas kesehatan yang memadai untuk menunjang kerja para dokter.

“Tadi ada fakta yang terungkap bahwa kenapa tidak bisa ada falkes, karena tidak ada perusahaan yang mau bekerjasama dengan rumah sakit. Kenapa mereka tidak mau,

Berita Terkait:  Wujudkan Good Governance, Syafrudin: Pengelolaan Keuangan Harus Tertib

karena rumah sakit masih memiliki sisa hutang kurang lebih seratus juta lebih yang belum dibayarkan,” ungkap Jayusdi.

Fakta tersebut, lanjut Jayusdi, mencerminkan persoalan keuangan RSUD Dunda yang belum terselesaikan sejak 2022 hingga saat ini. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Berita Terkait:  Peningkatan PAD Masih Sulit Terealisasi, Windra: Perlu Dukungan Anggaran dan Infrastruktur Memadai

“Dan permasalahan ini sejak 2022 sampai sekarang tidak bisa terselesaikan. Maka fakta-fakta ini akan kita tuangkan,” sambung politisi PPP ini.

Masalah lain yang turut mencuat dalam rapat adalah kebijakan menghadirkan apotek Kimia Farma di lingkungan rumah sakit untuk mengatasi ketersediaan obat. Namun, kebijakan ini dinilai tidak berjalan efektif.

Berita Terkait:  Gelar Rapat Perdana, Pansus LKPJ DPRD Gorut Minta Daftar Pembayaran yang Belum Tuntas

“Faktanya, sesuai pengakuan direktur sendiri bahwa itu tidak berjalan dengan baik. Mereka (Kimia Farma) tidak menyediakan obat sesuai keinginan rumah sakit,” tegas Jayusdi.

Untuk itu Komisi IV DPRD menegaskan, akan mengawal hasil rapat ini dan membawa seluruh temuan tersebut ke pembahasan lanjutan guna mencari solusi konkret.

Berita Terkait:  Aleg Kabgor Harap Pemprov Awasi Lalin Unggas

“Kami juga berharap manajemen RSUD Dunda dapat lebih terbuka dan kooperatif dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” tandas Jayusdi.

RDP berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD dan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, Jayusdi Rivai. Hadir dalam rapat tersebut Ketua DPRD Zulfikar Y. Usira, manajemen RSUD Dunda, perwakilan BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, serta sejumlah anggota Komisi IV.(Deice) 

Berita Terkait:  Pemkab Gorut Diharap Suport Pembahasan Ranperda Zakat