Hargo.co.id, GORONTALO – Pasar murah bersubsidi yang digelar Pemerintah Kota Gorontalo di Taman Kota, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Selasa (26/5/2026), disambut antusias masyarakat.
Program tersebut dinilai sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah harga bahan pangan yang terus mengalami kenaikan.
Sejak pagi, warga mulai memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan paket sembako dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Program ini menjadi solusi bagi masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, untuk mengurangi beban pengeluaran harian rumah tangga.
Salah satu warga penerima manfaat, Arwin Yahya (60), warga Kelurahan Dulomo, Kecamatan Kota Utara, mengaku bersyukur bisa memperoleh paket sembako bersubsidi dari pemerintah.
Menurutnya, pasar murah sangat membantu masyarakat di tengah tingginya harga kebutuhan dapur dalam beberapa waktu terakhir.
“Alhamdulillah sangat membantu masyarakat, terutama yang ekonominya masih lemah. Harga di sini tentu lebih murah dibandingkan harga di pasar,” ujar Arwin.
Paket sembako yang diterima warga berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, telur ayam 10 butir, cabai rawit 0,25 kilogram, serta bawang merah 0,25 kilogram.
Arwin berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.
“Kalau bisa lebih sering, bahkan setiap bulan. Karena program seperti ini benar-benar membantu masyarakat,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Sri Wahyuni Ibrahim, warga Jalan Palma. Ia menilai pasar murah memberikan keringanan bagi warga di tengah melonjaknya harga bahan pokok.
“Kalau ada pasar murah seperti ini jadi lebih ringan belanja. Harga-harga sekarang memang mahal,” ungkap Sri.
Sri mengatakan, kebutuhan belanja harian keluarganya biasanya menghabiskan lebih dari Rp100 ribu per hari. Dengan adanya pasar murah, sebagian kebutuhan pokok dapat diperoleh dengan harga lebih terjangkau sehingga pengeluaran rumah tangga dapat ditekan.
Tak hanya harga yang murah, Sri juga mengapresiasi pelayanan panitia yang dinilai cepat dan tertata rapi sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan nyaman.
Antusiasme warga yang terus berdatangan menunjukkan pasar murah bersubsidi bukan sekadar agenda rutin pemerintah, tetapi telah menjadi harapan masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi dan kenaikan harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha.(Mg-08)












