Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa melalui penguatan sistem pengelolaan aset yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan menggelar Coaching Clinic Penyusunan Aset Desa Berbasis Aplikasi Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPADES) Versi 3.0 bagi pemerintah desa se-Kabupaten Boalemo.
Kegiatan yang berlangsung di Cabana Resto, Kecamatan Botumoito, Rabu (17/6/2026), dibuka langsung oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali. Acara tersebut diikuti oleh aparatur pemerintah desa yang bertanggung jawab dalam pengelolaan aset desa.
Dalam sambutannya, Lahmuddin Hambali menegaskan bahwa pengelolaan aset desa merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Menurutnya, aset yang dimiliki desa harus dikelola secara tertib, terdokumentasi dengan baik, dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Boalemo terus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel. Salah satu indikatornya adalah bagaimana aset desa dapat dikelola secara baik, tertib administrasi, dan berbasis sistem yang terintegrasi,” ujar Lahmuddin Hambali.
Ia menjelaskan, hadirnya SIPADES versi 3.0 menjadi solusi dalam memperkuat sistem administrasi aset desa. Melalui aplikasi tersebut, seluruh data aset dapat dicatat secara digital sehingga memudahkan proses pendataan, pengawasan, hingga pelaporan.
Menurut Lahmuddin, penggunaan teknologi dalam pengelolaan aset tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja aparatur desa, tetapi juga memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan dan kekayaan desa di hadapan masyarakat.
“Dengan sistem yang sudah berbasis digital, keberadaan aset desa akan lebih mudah dipantau dan dikendalikan. Ini penting agar tidak terjadi kehilangan data, kesalahan administrasi, maupun pemanfaatan aset yang tidak sesuai peruntukannya,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan coaching clinic tersebut sebagai sarana
untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengoperasikan SIPADES 3.0.
Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi sistem tersebut.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap aparatur desa semakin memahami tata cara inventarisasi, pencatatan, hingga pelaporan aset desa secara benar sesuai regulasi yang berlaku. Dengan demikian, pengelolaan aset desa dapat berjalan lebih profesional dan akuntabel,” tambahnya.
Wabup juga menekankan bahwa aset desa merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.
Untuk itu, pengelolaannya harus dilakukan secara cermat agar mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan desa.
Kegiatan Coaching Clinic SIPADES 3.0 ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam meningkatkan
kapasitas aparatur desa sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dengan pengelolaan aset yang semakin tertib dan terintegrasi, desa-desa di Boalemo diharapkan
mampu mendukung pembangunan yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.(Rls)












