Hargo.co.id, GORONTALO – Kesuksesan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo mendapat apresiasi luas dari peserta maupun pemerintah pusat.
Namun, di tengah capaian tersebut, muncul perdebatan sejumlah pihak terkait siapa yang paling berjasa menghadirkan agenda nasional itu di Bumi Serambi Madinah.
Masyarakat berharap polemik tersebut tidak terus berlanjut. Kesuksesan PENAS XVII dinilai sebagai hasil kerja bersama seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, panitia, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat yang ikut menyambut dan mendukung pelaksanaan kegiatan.
Salah seorang warga Kabupaten Gorontalo, Ticka M.Y, meminta semua pihak lebih mengedepankan rasa syukur dan menjaga dampak positif dari keberhasilan Gorontalo menjadi tuan rumah.
Menurutnya, pelaksanaan PENAS XVII bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting yang memperlihatkan kemampuan Gorontalo dalam menyelenggarakan kegiatan berskala nasional.
“Harusnya yang dijaga adalah dampak positif setelah PENAS sukses di Gorontalo. Tidak mudah menghadirkan Presiden, Wakil Presiden, serta para pejabat tinggi negara ke daerah ini,” ujarnya.
Ia menilai, saling klaim justru berpotensi mengaburkan keberhasilan besar yang telah dicapai. Padahal, setiap pihak memiliki peran dan kontribusi masing-masing dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Bukan saling mengklaim sebagai pihak yang paling berjasa. Semua memiliki peran dan porsi masing-masing,” tambahnya.
Keberhasilan PENAS XVII, lanjut Ticka, dapat menjadi rujukan bahwa Gorontalo memiliki kapasitas, kesiapan, serta dukungan masyarakat yang kuat untuk menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional pada masa mendatang.
Untuk itu, ia berharap seluruh elemen dapat menjaga kepercayaan dan citra positif yang telah diperoleh daerah. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus dijadikan modal bersama untuk membuka peluang pelaksanaan event nasional lainnya di Gorontalo.
“Gorontalo sudah mendapat kepercayaan dan pujian dari pemerintah pusat. Itu yang harus dijaga.
Jangan sampai ada pihak yang saling meniadakan peran,
karena ke depan kita masih berharap daerah ini kembali dipercaya menggelar kegiatan nasional,” tandasnya.(Rls)












