Metropolis

Misteri 995 Senjata di Sekolah Jakarta Selatan, Polisi Bongkar Temuan Mengejutkan

×

Misteri 995 Senjata di Sekolah Jakarta Selatan, Polisi Bongkar Temuan Mengejutkan

Share this article
Misteri 995 Senjata di Sekolah Jakarta Selatan, Polisi Bongkar Temuan Mengejutkan
Temuan ratusan senpi di salah satu sekolah di wilayah Jaksel. Saat ini polisi masih melakukan pendalaman. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, JAKARTA – Penemuan ratusan senjata api (senpi) di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menggemparkan publik.

Berita Terkait:  Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Pohuwato Dites Urine

Selain senjata, aparat juga menemukan amunisi, narkoba, serta sejumlah DVD bermuatan pornografi di salah satu ruangan yayasan.

Kasus tersebut kini ditangani Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi memastikan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap asal-usul maupun kepemilikan seluruh barang bukti yang ditemukan.

Berita Terkait:  Penganiayaan yang Viral di Medsos: Bocah 16 Tahun Diamankan Polisi

Penasihat hukum pelapor, Hermawanto, mengungkapkan bahwa penggeledahan yang dilakukan pada 10–11 Juli 2026 menemukan total 995 pucuk senjata.

Rinciannya terdiri atas 776 unit air rifle, 215 pistol, dan empat senapan kaliber 4,5 milimeter. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah amunisi.

Berita Terkait:  Ka Kuhu Minta Maaf di Proses Mediasi Dugaan Pelanggaran Hak Cipta, Rongki: Perkara Tetap Lanjut

“Hampir satu bulan lalu kami menemukan 995 pucuk senjata di sekolah tersebut,” ujar Hermawanto, Kamis (6/8/2026).

Penggeledahan lanjutan pada Rabu (5/8/2026) malam juga mengungkap adanya narkoba dan DVD pornografi. Berdasarkan informasi yang beredar, turut ditemukan senapan serbu jenis AK-47. Namun, informasi tersebut masih didalami penyidik.

Berita Terkait:  Tangkapan Miras Modus Sak Semen, Polda: Tersangkanya Segera Ditetapkan

Menurut Hermawanto, seluruh barang bukti ditemukan di ruangan yang sebelumnya digunakan mantan Ketua Yayasan berinisial IWD.

Sementara itu, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, menjelaskan IWD telah diberhentikan dari jabatannya sejak 18 April 2026 karena diduga menyalahgunakan dana yayasan untuk kepentingan pribadi.

Berita Terkait:  Petaka di Ujung Malam, Bocah 10 Tahun di Kota Gorontalo Jadi Korban Kekerasan Seksual

Sejak saat itu, IWD disebut masih menguasai kunci ruangan sehingga pihak yayasan tidak memiliki akses hingga akhirnya ruangan dibuka.

“Ruangan baru bisa dibuka setelah dilakukan pembongkaran. Di situlah ditemukan berbagai barang tersebut,” katanya.

Berita Terkait:  Dua Nelayan di Kota Gorontalo jadi Tersangka Ilegal Fishing

Untung menambahkan, yayasan akan kembali melaporkan temuan narkoba kepada pihak kepolisian. Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tidak dapat memastikan siapa pemilik seluruh barang bukti tersebut.

“Itu menjadi kewenangan penyidik untuk mengungkap kepemilikannya,” ujarnya.

Berita Terkait:  Limboto Diguyur Hujan, Sungai di Kelurahan Kayubulan Meluap

Terpisah, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo membenarkan pihaknya telah menerima laporan masyarakat terkait temuan senjata pada 15 Juli 2026.

Selain itu, polisi juga telah membuat Laporan Polisi Model A sebelum laporan masyarakat diterima sebagai dasar penyelidikan.

Berita Terkait:  Satu Unit Excavator Kembali Disita Polisi dari Lokasi PETI Bulangita

“Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan terkait temuan air gun dan senjata api yang tersimpan di salah satu ruangan yayasan sekolah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama,” kata Joko.

Hingga kini, penyidik masih mendalami legalitas, jenis, serta kepemilikan seluruh senjata maupun barang terlarang yang diamankan. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas temuan tersebut.(gp) 

Berita Terkait:  Sehari Diguyur Hujan, Satu Desa di Gorontalo Utara Terendam Banjir