Kota Gorontalo

Rp1 Miliar Dana Kelurahan Dumbo Raya Digenjot untuk Infrastruktur Dasar

×

Rp1 Miliar Dana Kelurahan Dumbo Raya Digenjot untuk Infrastruktur Dasar

Share this article
Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, Meidy N. Silangen pada kegiatan silaturahmi dan sosialisasi urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kelurahan Bugis, Kecamatan Dumbo Raya, Senin (10/8/2026) malam.

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo mengarahkan dana pengembangan kelurahan di Kecamatan Dumbo Raya untuk mempercepat pembenahan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Tahun ini, lima kelurahan di Kecamatan Dumbo Raya masing-masing mendapatkan alokasi Rp200 juta. Dengan demikian, total anggaran yang digelontorkan Pemkot Gorontalo untuk program tersebut mencapai Rp1 miliar.

Berita Terkait:  Pemkot Salurkan UEP For 200 Pelaku Usaha, Adhan: Manfaatkan dengan Baik

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Meidy Novieta Silangen, mengatakan penggunaan dana disesuaikan dengan persoalan dan kebutuhan yang terdapat di masing-masing kelurahan.

Hal itu disampaikan Meidy saat memaparkan program pembangunan dalam kegiatan silaturahmi dan sosialisasi urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kelurahan Bugis, Kecamatan Dumbo Raya, Senin (10/8/2026) malam. Menurutnya, pembenahan drainase menjadi salah satu fokus utama karena berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas warga dan kondisi lingkungan.

Berita Terkait:  Waria Bisa Nongkrong di Pelataran Sentral, Adhan: Tapi Harus Pakai Pakaian Pria

Di Kelurahan Leato Utara, misalnya, sebagian besar dana kelurahan atau sekitar Rp180 juta dialokasikan untuk pembersihan dan pembangunan saluran drainase yang tersebar di 14 lokasi. Kemudian di Kelurahan Bugis, sebesar Rp119 juta digunakan untuk pekerjaan pembersihan saluran di delapan lokasi.

Sementara di Kelurahan Leato Selatan, anggaran dibagi untuk sejumlah pekerjaan. Di antaranya pembersihan saluran di 12 lokasi senilai Rp57 juta, pembangunan saluran sepanjang 35 meter di Jalan Atje Slamet sebesar Rp62 juta, serta rehabilitasi saluran sepanjang 30 meter dengan anggaran Rp21 juta. “Dana ini diarahkan untuk sejumlah kebutuhan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat,” kata Meidy.

Berita Terkait:  Effendy Harap, Usulan di Musrenbang Sesuai dengan Aspirasi Warga

Selain drainase, Pemkot Gorontalo juga menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan akses sanitasi masyarakat. Di Kelurahan Talumolo, misalnya, Rp58,8 juta dialokasikan untuk pembangunan empat unit jamban. Sedangkan di Kelurahan Botu, Rp33 juta digunakan untuk membangun dua unit jamban.

Pemanfaatan dana juga menyentuh fasilitas publik. Kelurahan Botu mengalokasikan Rp27 juta untuk pembangunan gedung perpustakaan, sementara Kelurahan Bugis menggunakan Rp60 juta untuk merehabilitasi fasilitas pelayanan kantor kelurahan.

Berita Terkait:  Ismail Madjid Hadiri Pleno Penetapan Wali Kota dan Wawali Gorontalo Terpilih

Di sektor akses lingkungan, Kelurahan Leato Selatan mengalokasikan Rp60 juta untuk pembangunan jalan setapak di tiga lokasi. Adapun Kelurahan Leato Utara menggunakan Rp20 juta untuk rekonstruksi paving block di satu lokasi.

Meidy menegaskan, pembangunan infrastruktur dasar di kawasan Dumbo Raya tidak hanya mengandalkan dana pengembangan kelurahan. Pemkot Gorontalo juga memperluas akses layanan dasar melalui pembangunan jaringan air minum sambungan rumah (SR) di Kelurahan Botu.

Berita Terkait:  Pendaftar AIR Fun Run Sudah 2.451, Melebihi Peserta di Dua Event Sebelumnya

Program tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikelola Dinas PUPR Kota Gorontalo dengan nilai anggaran mencapai Rp331,403 juta. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas infrastruktur permukiman sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat di tingkat kelurahan mendapat perhatian melalui program pembangunan yang lebih tepat sasaran.(adv)