Hargo.co.id, GORONTALO – Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo. Kapolda Gorontalo Irjen Pol Drs. Widodo S.H., M.H., mengajak seluruh personel memanjatkan doa bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Doa lintas agama itu digelar dalam apel pagi gabungan di Lapangan Polda Gorontalo. Kegiatan tersebut diikuti Wakapolda, pejabat utama, seluruh personel, serta perwakilan dari berbagai agama.
Widodo mengatakan, kepedulian Polri terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, kehadiran Polri juga penting ketika masyarakat menghadapi bencana dan membutuhkan dukungan.
“Anggota Polri harus hadir, tidak hanya ketika masyarakat membutuhkan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat sedang mengalami musibah,” ujar Widodo.
Selain mendoakan masyarakat NTT, doa juga ditujukan bagi jajaran Polda NTT yang berada di garis depan dalam penanganan dampak bencana. Kapolda berharap seluruh personel di sana diberikan kekuatan, ketabahan, dan perlindungan dalam menjalankan tugas.
“Ya Allah, Ya Tuhan kami, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Saat ini kami mengangkat tangan dan hati memohon rahmat-Mu untuk saudara-saudara kami di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang baru saja diguncang gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter,” ucapnya dalam doa.
Dalam doa tersebut, Kapolda juga memohon agar masyarakat yang masih berada di wilayah terdampak mendapat perlindungan dari berbagai ancaman lanjutan, termasuk tsunami, longsor, maupun kerusakan yang lebih parah.
Jajaran Polda Gorontalo juga membuka ruang bagi personel untuk memberikan bantuan secara sukarela kepada para korban. Donasi tersebut tidak diwajibkan dan tidak ditentukan nominalnya.
Bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Polda NTT dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
Widodo menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas keluarga besar Polda Gorontalo terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
“Momentum ini menjadi pengingat bahwa solidaritas, doa, dan kepedulian adalah bagian penting dari kehadiran Polri di tengah masyarakat. Di saat masyarakat menghadapi bencana, Polri hadir untuk bersama-sama membantu, menguatkan, dan meringankan beban para korban serta penyintas,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus lalu.
Hingga 17 Agustus pukul 11.00, BMKG mencatat sebanyak 1.624 gempa susulan, termasuk 23 kejadian dengan magnitudo di bawah 5. Sementara BNPB melaporkan 68 korban jiwa telah teridentifikasi. (Kif)












