HeadlineKabar Nusantara

Utang Negara Tembus Rp9.920 Triliun, Purbaya: Masih Aman

×

Utang Negara Tembus Rp9.920 Triliun, Purbaya: Masih Aman

Share this article
Utang Negara Tembus Rp9.920 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, JAKARTA – Posisi utang pemerintah Indonesia hingga akhir Maret 2026 tercatat mencapai Rp9.920,42 triliun.

Berita Terkait:  Anggota Komisi III DPR RI Yakin Polri Mampu Jaga Netralitas Saat Pemilu

Meski mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya, pemerintah menegaskan kondisi tersebut masih berada dalam batas aman karena rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 40,75 persen.

Data tersebut disampaikan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan.

Berita Terkait:  Erick Thohir Bantah Biaya Renovasi JIS Capai Rp 5 Triliun

Dari total utang itu, sebagian besar berasal dari instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp8.652,89 triliun atau sekitar 87,22 persen. Sementara sisanya berasal dari pinjaman senilai Rp1.267,52 triliun atau 12,78 persen.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai rasio utang Indonesia masih jauh di bawah ambang batas yang diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara, yakni maksimal 60 persen terhadap PDB.

Berita Terkait:  Dinilai Langgar UU Pornografi, Zudan Arif Dilaporkan Ke Polisi

“Masih aman, masih sekitar 40 persen lebih sedikit, jadi aman,” ujar Purbaya dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, standar rasio utang yang digunakan di berbagai negara Eropa juga berada di kisaran 60 persen terhadap PDB. Karena itu, menurutnya posisi Indonesia masih relatif terkendali.

Berita Terkait:  Kemenkes Tanggapi Tudingan UU Kesehatan Bolehkan Dokter Asing Berpraktik di Indonesia

Purbaya juga membandingkan kondisi Indonesia dengan sejumlah negara lain di kawasan.

Ia menyebut rasio utang Malaysia telah menembus lebih dari 60 persen, sementara Singapura bahkan berada di kisaran 180 persen terhadap PDB.

Berita Terkait:  Bersepeda di Pagi Hari, Kapolda Gorontalo Olahraga sekaligus Pantau Kamtibmas

“Jadi mereka itu tinggi semua rasio utangnya. Kita termasuk yang paling hati-hati dibandingkan negara-negara sekeliling kita, dibanding AS juga Jepang,” jelasnya.

Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus menjaga pengelolaan utang secara hati-hati dan terukur agar tetap mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Berita Terkait:  Astaga! Gaji PPPK Kesehatan Gorut Belum Terbayarkan, Periode Juni-Juli

Ia pun berharap publik tidak hanya melihat utang dari sisi negatif,

melainkan juga memahami bagaimana pemerintah menjaga rasio utang tetap terkendali.

Berita Terkait:  Dampak Hujan Deras: Sumalata Diterjang Longsor, Plafon Karsa Utama Jebol

“Kalau dilihat dari situ, harusnya Anda puji-puji kita. Cuma enggak pernah kan? Kenapa Anda lihat dari sisi negatif terus,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.(Disway)