Kab. Gorontalo

PLUT dan Kerajinan Rotan Dibidik Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif Kabgor

×

PLUT dan Kerajinan Rotan Dibidik Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif Kabgor

Share this article
PLUT dan Kerajinan Rotan Dibidik Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif Kabgor
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi meninjau lokasi kerajinan rotan, di Desa Luwoo, yang nantinya menjadi sentra ekonomi kreatif Kabupaten Gorontalo. (Foto: Diskominfo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kabupaten Gorontalo mulai menyiapkan dua kekuatan untuk mendorong ekonomi kreatif agar tak berhenti sebagai potensi.

Berita Terkait:  Pentadio Resort Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Kesehatan

Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM di Desa Bulila dan sentra kerajinan rotan di Desa Luwoo diarahkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Kesiapan dua lokasi tersebut ditinjau langsung Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Senin (31/8/2026). Peninjauan dilakukan menjelang agenda kunjungan kerja Menteri Ekonomi Kreatif serta Menteri Komunikasi dan Digital ke Kabupaten Gorontalo.

Berita Terkait:  Wamen Dikdasmen Tinjau Revitalisasi SDN 1 Limboto, Pemkab Perkuat Sinergi dengan Pusat

Di PLUT UMKM Bulila, perhatian diarahkan pada kesiapan fasilitas dan layanan pendukung bagi pelaku usaha.

Tempat ini diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas pemerintah, tetapi mampu menjadi ruang bagi UMKM mendapatkan pendampingan, meningkatkan kapasitas usaha, hingga membuka akses pasar.

Berita Terkait:  Pemkab Gorontalo Gelar Tadarus dan Doa untuk Almarhum Rachmat Gobel

Sementara di Luwo’o, potensi kerajinan rotan menjadi sorotan. Produk yang lahir dari keterampilan masyarakat tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi komoditas ekonomi kreatif dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Bagi Pemkab Gorontalo, pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk.

Berita Terkait:  Ini Pesan Sekda Kabgor saat Lepas Atlet INKANAS ke Kejuaraan Internasional di Malaysia

Tantangan berikutnya adalah bagaimana produk lokal memiliki kualitas, kemasan, pemasaran, serta akses pasar yang mampu membawanya keluar dari pasar tradisional.

Sofyan menilai kunjungan dua menteri tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan kesiapan sekaligus potensi yang dimiliki Kabupaten Gorontalo.

Berita Terkait:  Gerakkan Ekonomi, Fory: Peran Perempuan Sangat Strategis

“Ini merupakan langkah untuk menunjukkan komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam menyambut Menteri Ekraf dan Menteri Komdigi dengan kesiapan yang matang,” ujar Sofyan Puhi.

Menurutnya, geliat ekonomi kreatif membutuhkan ekosistem yang saling menopang. Produk yang bagus harus dibarengi dengan kemampuan pelaku usaha mengelola bisnis, memanfaatkan teknologi, membangun merek, dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Berita Terkait:  Bupati Sofyan Apresiasi Turnamen Volleyball Kapolres Cup

Dalam konteks itu, PLUT dan sentra rotan memiliki peran yang berbeda tetapi saling berkaitan. PLUT berada di sisi penguatan pelaku usaha, sedangkan sentra rotan menunjukkan kekuatan produksi kreatif yang bersumber dari keterampilan masyarakat.

Kerajinan rotan pun berpeluang menjadi lebih dari sekadar produk kerajinan rumah tangga.

Berita Terkait:  Bantah Isu Miring, Panitia Tegaskan Turnamen HUT RI Telaga Biru Didukung Warga

Dengan pengembangan desain, kualitas produksi dan strategi pemasaran yang tepat, komoditas tersebut dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya usaha-usaha baru.

Pemkab Gorontalo kini ditantang memastikan potensi tersebut tidak berhenti pada seremoni maupun kunjungan. Dukungan pembinaan, akses pembiayaan, teknologi, promosi dan pasar menjadi kunci agar UMKM mampu naik kelas.

Berita Terkait:  Dipantau Langsung Bupati Sofyan, Lima Calon Sekda Ikuti Assesment

Dari Bulila hingga Luwoo, pemerintah daerah ingin membangun mata rantai ekonomi kreatif yang lebih kuat.

Target akhirnya bukan sekadar menampilkan potensi daerah di hadapan pemerintah pusat,

Berita Terkait:  Sempat Tertunda Lantaran Hibah Pilkada, Tunjangan Sertifikasi Guru di Kabgor Mulai Dibayarkan

melainkan menjadikan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo.(Adv)