Kota Gorontalo

Tak Perlu Panik, Kesbangpol Kota Gorontalo Sebut Pasokan BBM Relatif Lancar

×

Tak Perlu Panik, Kesbangpol Kota Gorontalo Sebut Pasokan BBM Relatif Lancar

Share this article
Tak Perlu Panik, Kesbangpol Kota Gorontalo Sebut Pasokan BBM Relatif Lancar
Pengisian BBM disalah satu SPBU.

Hargo.co.id GORONTALO – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Gorontalo menjadi perhatian pemerintah daerah.

Berita Terkait:  Rekomendasikan Eks Rumah Jawatan Kantor POS jadi Cagar Budaya, TACB Abaikan UU Nomor 11 Tahun 2010 Pasal 15 dan 16?

Beberapa hari terakhir, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Gorontalo melakukan pemantauan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

Dari hasil pemantauan di lapangan, antrean panjang salah satunya dipengaruhi perilaku panic buying atau pembelian BBM secara berlebihan karena kekhawatiran masyarakat terhadap isu pembatasan penyaluran Pertalite dan Solar.

Berita Terkait:  Usai Aksi Solidaritas ASN, Sejumlah Pejabat Pemkot Diduga Didatangi Polisi, Ada Apa?

Kondisi ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Kekhawatiran membeli BBM dalam jumlah lebih banyak justru dapat meningkatkan kepadatan antrean dan membuat distribusi di SPBU terlihat semakin terbatas.
Berita Terkait:  Takbiran Keliling Comeback! Adhan Siap Bangkitkan Tradisi Malam Lebaran di Gorontalo

Kepala Kesbangpol Kota Gorontalo, Dandy Datau mengatakan, berdasarkan pemantauan tim, distribusi pasokan BBM ke wilayah Gorontalo relatif berjalan normal.

“Berdasarkan pemantauan kami, pasokan BBM yang masuk ke wilayah Gorontalo relatif lancar. Antrean yang terjadi di sejumlah SPBU dipengaruhi panic buying akibat isu pembatasan Pertalite dan Solar,” ujar Dandy pada Sabtu (22/8/2026).

Berita Terkait:  Terima Kunjungan Kementerian Haji dan Umrah Gorontalo, Indra Tekankan Soal Manajemen

Ia mengingatkan masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. Sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus memastikan masyarakat lain tetap memperoleh BBM.

Menurutnya, masyarakat juga perlu lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama kabar yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan pokok masyarakat.

Berita Terkait:  Proyek Kantor Wali Kota di Eks Terminal Andalas Tancap Gas, Besok Sisa Bangunan Dirobohkan

Informasi mengenai pembatasan maupun perubahan kebijakan penyaluran BBM, kata dia, sebaiknya dikonfirmasi melalui pemerintah atau lembaga resmi yang berwenang.

Kesbangpol juga mengajak masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang sumber dan kebenarannya belum jelas.

Berita Terkait:  Pemkot Salurkan UEP For 200 Pelaku Usaha, Adhan: Manfaatkan dengan Baik

Penyebaran kabar yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan keresahan dan mendorong masyarakat melakukan pembelian secara berlebihan.

“Yang paling penting adalah menjaga situasi tetap kondusif. Jangan sampai isu yang belum tentu benar justru menimbulkan kepanikan dan memperparah antrean di SPBU,” tambahnya.

Berita Terkait:  Warga Lega, Persimpangan Jalan di Kota Gorontalo Mulai Bebas dari Aktivitas Badut

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tetap tenang dan menerapkan pola pembelian yang wajar.

Selain membantu mengurangi antrean, pembelian sesuai kebutuhan juga dapat mencegah terjadinya kelangkaan yang dipicu oleh permintaan secara tiba-tiba.

Berita Terkait:  Pemkot Gorontalo Gelar Pelatihan Petugas Ground Check DTSEN

Kesbangpol Kota Gorontalo memastikan pemantauan terhadap kondisi distribusi BBM akan terus dilakukan bersama instansi terkait.

Pemerintah berharap masyarakat dapat ikut menjaga ketertiban dengan tidak mudah terpancing isu serta mengutamakan informasi resmi.

Berita Terkait:  Adhan Pasang Target Ekonomi Tembus 5,9 Persen pada 2027

Dengan demikian, kelancaran distribusi BBM tidak hanya bergantung pada ketersediaan pasokan, tetapi juga pada perilaku masyarakat dalam menyikapi informasi dan memenuhi kebutuhan secara bijak.(Ndi)