Gorontalo

Dinas Arpus Provinsi Gorontalo Fasilitasi Riset Bahasa Polahi di Perpustakaan H.B. Jassin

×

Dinas Arpus Provinsi Gorontalo Fasilitasi Riset Bahasa Polahi di Perpustakaan H.B. Jassin

Share this article
Dinas Arpus Provinsi Gorontalo Fasilitasi Riset Bahasa Polahi di Perpustakaan H.B. Jassin
Dosen Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Manado, Zainuddin Soga, bersama Haliya Palowa saat melakukan penelitian mengenai bahasa dan budaya Polahi di Perpustakaan Umum H.B. Jassin, Rabu (5/8/2026). (Foto: PPID Arpus)

Hargo.co.id, GORONTALO – Perpustakaan Umum H.B. Jassin, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, tidak hanya menjadi tempat membaca.

Berita Terkait:  Gus Yahya Resmikan Kantor PWNU Gorontalo

Ruang tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat menggali pengetahuan tentang bahasa, sejarah dan budaya lokal.

Hal itu terlihat saat dosen Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Manado, Zainuddin Soga, melakukan penelitian mengenai bahasa dan kehidupan masyarakat Polahi, Rabu (5/8/2026).

Berita Terkait:  Kadispora Gorontalo Tekankan Pentingnya Peningkatan Kapasitas Wasit Daerah

Dalam penelitian tersebut, Zainuddin menghadirkan Haliya Palowa sebagai informan. Haliya memiliki latar belakang keluarga yang berasal dari komunitas Polahi sehingga dinilai memiliki pengalaman dan pengetahuan yang relevan dengan penelitian.

Sejumlah aspek digali dalam pertemuan tersebut. Mulai dari penggunaan bahasa, kebiasaan sehari-hari, pola transaksi, makanan, pakaian, kepercayaan, hingga kehidupan sosial masyarakat Polahi.

Berita Terkait:  Dukcapil PMD Provinsi Gorontalo Gelar Rapat Konsolidasi Persiapan Pemilu 2024

Haliya menyampaikan, latar belakang keluarganya berkaitan dengan kawasan Pegunungan Boliyohuto, khususnya wilayah perkampungan Balangga. Di kawasan itu dikenal dua perkampungan, yakni Balangga dan Mohulo.

Menurut cerita yang diterima Haliya dari keluarganya, keberadaan mereka di kawasan pegunungan berkaitan dengan peristiwa Perang Panipi.

Berita Terkait:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak PENAS XVII

Namun, informasi mengenai latar sejarah tersebut masih memerlukan penelusuran dan pengkajian lebih lanjut.

Penelitian juga mencatat sejumlah kebiasaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Berita Terkait:  Pengambilan Race Pack GHM 2025, Peserta akan Disuguhkan Pertunjukan Seni dan Live Musik

Haliya menyebut adanya aturan tertentu dalam transaksi maupun ketika memberikan barang kepada orang lain. Barang yang diberikan harus diterima oleh orang yang memang dituju.

Dalam aktivitas sehari-hari, membawa benda tajam juga disebut menjadi bagian dari kebiasaan.

Berita Terkait:  PENAS XVII Buka Jalan Program Bernilai Triliunan Rupiah, Gorontalo Petik Manfaat Jangka Panjang

Sementara ketika kembali ke kawasan pegunungan, keluarganya masih mengenal penggunaan daun tombito sebagai pakaian.

Berbeda ketika berada di kawasan permukiman. Haliya menyebut masyarakat yang telah berinteraksi dengan lingkungan luar menggunakan pakaian seperti masyarakat pada umumnya.

Berita Terkait:  Anugerah Paritrana Award 2023 Masuki Tahapan Wawancara Penilaian

Aspek kehidupan sosial turut menjadi bagian dari penggalian informasi. Haliya mengatakan, komunitas yang menjadi latar belakang keluarganya tidak mengenal struktur ketua suku sebagaimana organisasi masyarakat pada umumnya.

Ia juga menceritakan sejumlah ketentuan yang berkaitan dengan kematian anggota keluarga, termasuk kebiasaan meninggalkan rumah yang sebelumnya ditempati orang yang meninggal.

Berita Terkait:  Program UPTD PPA Diprioritaskan, Wamen PPPA: Gorontalo Harus jadi Contoh Daerah Lain

Bahasa menjadi salah satu bagian penting dalam penelitian Zainuddin. Dalam komunikasi sehari-hari, Haliya masih menggunakan bahasa Gorontalo yang dinilai relatif belum banyak mengalami percampuran dengan bentuk bahasa Gorontalo modern.

Kondisi tersebut menjadi menarik untuk diteliti karena dapat menyimpan kosakata, istilah dan bentuk tuturan yang menjadi bagian dari kekayaan bahasa lokal.

Berita Terkait:  Buka Latsar Satpol PP Angkatan I, Wagub Idah Tekankan Hal Ini

Dokumentasi dinilai penting karena bahasa yang masih hidup dalam pengalaman masyarakat dapat berubah seiring perkembangan zaman.

Tanpa dokumentasi, sebagian kosakata dan pengetahuan kebahasaan berpotensi hilang.
Berita Terkait:  Lokasi Islamic Center jadi Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru

Penelitian juga menyentuh kebiasaan konsumsi makanan. Haliya menyebut terdapat hewan tertentu yang tidak dikonsumsi, salah satunya monyet.

Hewan tersebut dipandang sebagai teman dan memiliki kemiripan dengan manusia.

Berita Terkait:  Program UPTD PPA Diprioritaskan, Wamen PPPA: Gorontalo Harus jadi Contoh Daerah Lain

Sementara dalam kehidupan perkawinan, Haliya menceritakan adanya praktik perkawinan antarkerabat yang pernah terjadi di lingkungan komunitas pada masa lalu.

Kini, Haliya telah menetap bersama pasangannya di Desa Tenggela, Kecamatan Tilango.

Berita Terkait:  Buka Latsar Satpol PP Angkatan I, Wagub Idah Tekankan Hal Ini

Dalam aspek kepercayaan, Haliya telah memeluk agama Islam. Ia juga mengaku telah menjalankan salat, meski pemahamannya mengenai tata cara ibadah masih sebatas mengikuti gerakan salat.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto, menyambut baik penelitian tersebut.

Berita Terkait:  Kadispora Gorontalo Tekankan Pentingnya Peningkatan Kapasitas Wasit Daerah

Menurutnya, keberadaan perpustakaan harus terus dikembangkan sebagai ruang bertemunya berbagai sumber pengetahuan.

Tidak hanya menyediakan buku, perpustakaan juga dapat mendukung kebutuhan akademisi dan peneliti dalam menggali sejarah, bahasa maupun budaya daerah.

Berita Terkait:  PENAS XVII Buka Jalan Program Bernilai Triliunan Rupiah, Gorontalo Petik Manfaat Jangka Panjang

“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga dapat menjadi ruang bertemunya pengetahuan dan penelitian. Informasi mengenai bahasa dan budaya lokal penting untuk didokumentasikan agar dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Ridwan mengatakan, dokumentasi terhadap bahasa dan budaya lokal perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Berita Terkait:  Lokasi Islamic Center jadi Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru

Sebab, sebagian pengetahuan masih tersimpan dalam pengalaman, ingatan dan cerita masyarakat.

Jika tidak segera dicatat dan dikaji, pengetahuan tersebut dikhawatirkan semakin sulit ditelusuri oleh generasi berikutnya.

Berita Terkait:  Pengambilan Race Pack GHM 2025, Peserta akan Disuguhkan Pertunjukan Seni dan Live Musik

Menurutnya, penelitian tentang Polahi juga membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, perpustakaan, peneliti dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan dokumentasi yang lebih komprehensif mengenai bahasa, sejarah dan kebudayaan lokal Gorontalo.

Berita Terkait:  Anugerah Paritrana Award 2023 Masuki Tahapan Wawancara Penilaian

Hasil penelitian mengenai bahasa dan kehidupan masyarakat Polahi nantinya diharapkan memperkaya sumber informasi tentang budaya daerah.

Perpustakaan Umum H.B. Jassin pun dapat menjadi salah satu ruang untuk menghimpun, merawat dan memperkenalkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat serta generasi mendatang. (Diyanti) 

Berita Terkait:  Gus Yahya Resmikan Kantor PWNU Gorontalo