Hargo.co.id, GORONTALO – Gedung Nasional di Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, bakal mendapat wajah baru.
Pemerintah Kota Gorontalo berencana mengalihfungsikan bangunan tersebut menjadi Museum 23 Januari, sebagai ruang edukasi sejarah bagi masyarakat dan generasi muda.
Gagasan itu disampaikan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea saat meninjau langsung Gedung Nasional, Senin (7/9/2026) pagi. Dalam kunjungan tersebut, Adhan didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Adhan mengatakan, Museum 23 Januari nantinya diharapkan menjadi tempat masyarakat mengenal lebih dekat sejarah perjuangan dan berbagai peristiwa penting yang berkaitan dengan Hari Patriotik Gorontalo.
“Kita akan membuat Gedung Nasional berubah menjadi museum. Kita akan namai Museum 23 Januari,” ujar Adhan Dambea.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkot Gorontalo akan menyerahkan pengelolaan museum kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Dinas terkait diminta segera mempersiapkan aspek administrasi sekaligus menghimpun berbagai data sejarah yang akan menjadi bagian dari materi museum.
“Kepengurusannya kita akan serahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Nanti Pak Kadis tolong dipersiapkan segala bentuk administrasinya,” kata Adhan Dambea.
Menurutnya, kelengkapan data sejarah menjadi salah satu tahapan penting sebelum Gedung Nasional benar-benar difungsikan sebagai museum.
Berbagai informasi dan dokumentasi mengenai sejarah Gorontalo akan dikumpulkan untuk memperkuat materi yang nantinya ditampilkan.
“Kita juga akan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengumpulkan data-data untuk melanjutkan fungsi Gedung Nasional menjadi Museum 23 Januari,” ujarnya.
Adhan tidak ingin museum tersebut sekadar menjadi tempat menyimpan benda-benda bersejarah. Ia mendorong agar Museum 23 Januari dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi pelajar.
Pemkot, kata dia, akan menyiapkan mekanisme agar siswa dari berbagai sekolah di Kota Gorontalo dapat melakukan kunjungan secara rutin.
Dengan begitu, museum dapat menjadi ruang belajar di luar kelas sekaligus sarana memperkenalkan sejarah daerah kepada generasi muda.
“Nantinya setelah museum dibentuk, kita akan susun agar bagaimana secara rutin siswa-siswi di tiap-tiap sekolah yang ada di Gorontalo dapat melakukan pembelajaran dan kunjungan ke museum untuk belajar tentang sejarah Gorontalo,” jelasnya.
Adhan menilai pengenalan sejarah daerah sejak dini penting untuk menjaga ingatan generasi muda terhadap perjalanan daerahnya sendiri.
“Biar anak-anak kita tidak melupakan sejarah daerah mereka sendiri,” tegasnya.
Saat ini, Gedung Nasional masih dimanfaatkan untuk aktivitas petugas pemadam kebakaran.
Untuk itu, perubahan fungsi menjadi museum masih membutuhkan sejumlah tahapan, mulai dari penataan administrasi, pengumpulan data sejarah hingga pengaturan pemanfaatan gedung.
Pemkot Gorontalo selanjutnya akan menyiapkan langkah teknis agar rencana menjadikan Gedung Nasional sebagai Museum 23 Januari dapat direalisasikan.(Adv)












