Kota Gorontalo

Pembinaan IKM Kota Gorontalo Dirombak, Kadis Perdagin Gagas Kolaborasi Lintas OPD

×

Pembinaan IKM Kota Gorontalo Dirombak, Kadis Perdagin Gagas Kolaborasi Lintas OPD

Share this article
Pembinaan IKM Kota Gorontalo Dirombak, Kadis Perdagin Gagas Kolaborasi Lintas OPD
Kegiatan penetapan rencana aksi bersama (Shared Plan) Kota Gorontalo IKM Cluster yang digagas Dinas Perdagin Kota Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Pola pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Gorontalo mulai diarahkan menuju sistem kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Berita Terkait:  Ini yang Disampaikan Ismail Madjid di Paripurna Penetapan Wali Kota dan Wawali Gorontalo Terpilih

Upaya ini dilakukan untuk mengakhiri pola intervensi sektoral yang selama ini membuat program pembinaan pelaku usaha berjalan secara terpisah.

Gagasan tersebut dikembangkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gorontalo, Haryono Suronoto, melalui program perubahan bertajuk: Kota Gorontalo IKM Cluster.

Berita Terkait:  Dua Anggota TACB Tarik Tanda Tangan Rekomendasi Eks Rumah Jawatan Kantor Pos, Siap Bersaksi

Haryono menjelaskan, selama ini masing-masing instansi cenderung menjalankan program pembinaan berdasarkan agenda dan kelompok sasaran sendiri.

“Akibatnya, belum terbentuk pola koordinasi yang terintegrasi dalam mendukung pengembangan pelaku IKM,” buka Haryono dalam wawancara bersama awak media.

Berita Terkait:  Adhan: APBD Perubahan 2026 Harus Maksimalkan Kepentingan Rakyat

Ia mencontohkan, Dinas Tenaga Kerja menyelenggarakan pelatihan dengan kelompok peserta tertentu, sementara Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggelar kegiatan serupa dengan kelompok berbeda.

“Selama ini sifatnya masih sektoral, belum berkolaborasi,” ujar Haryono.
Berita Terkait:  Sanksi Pelanggar Kebijakan Pembatasan Jam Operasional Rumah Makan Selama Ramadhan, Satpol PP Tunggu Instruksi Pimpinan

Untuk mengubah pola tersebut, Haryono menawarkan pendekatan kolaboratif melalui Model 5S.

Model ini, kata dia, dirancang sebagai mekanisme kerja bersama agar seluruh instansi terkait memiliki arah dan sasaran yang selaras dalam memberikan intervensi kepada pelaku industri.

Berita Terkait:  Efisiensi Anggaran: Pemkot Gorontalo Tiadakan Pembangunan Infrastruktur, Hanya Pemeliharaan

“Lima prinsip yang menjadi fondasi Model 5S meliputi Shared Data (data bersama), Shared Target (target bersama), Shared Plan (perencanaan bersama), Shared Action (aksi bersama), dan Shared Outcome (hasil bersama),” jelasnya.

Menurut Haryono, penerapan prinsip tersebut dimulai dengan menyatukan basis data lintas sektor. Dengan data yang sama, setiap instansi diharapkan memiliki pemahaman seragam mengenai kondisi dan kebutuhan pelaku IKM yang menjadi sasaran pembinaan.

Berita Terkait:  Kantor Sekretariat KTNA Kota Gorontalo Resmi Beroperasi

“Kesamaan data itu kemudian menjadi dasar dalam menentukan target dan menyusun perencanaan bersama,” tutur Haryono.

Dengan demikian, kata Haryono, masing-masing OPD tidak lagi hanya berorientasi pada pencapaian program sektoral, tetapi turut berkontribusi terhadap sasaran pengembangan IKM secara kolektif.

Berita Terkait:  Penetapan Eks Rumah Jawatan Kantor Pos Sebagai Cagar Budaya Diduga Sarat Kepentingan

“Jadi mulai dari data, kita lintas sektor atau OPD punya data yang sama. Begitu juga target, kita akan lebih berfokus pada target bersama,” jelas Haryono.

“Tidak lagi Dinas Kesehatan punya target sendiri, Disnaker punya target sendiri, dan Dinas Perdagangan punya target sendiri,” lanjutnya.
Berita Terkait:  Sebelum Kelola Bantuan Modal Usaha, BAZNAS Tingkatkan Kapasitas 77 Pelaku UMK

Ia juga menambahkan, pola kolaborasi tersebut juga akan diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan hingga pengukuran hasil.

“Setiap instansi tetap bekerja berdasarkan tugas dan kewenangannya, tetapi seluruh aktivitas diarahkan pada tujuan bersama,” tutur Haryono.

Berita Terkait:  Tournament Badminton Smart City Diapresiasi Pj Wali Kota Gorontalo

Melalui pendekatan ini, satu pelaku IKM kemungkinan akan dapat memperoleh dukungan dari berbagai instansi secara lebih terkoordinasi, bukan menerima intervensi yang berjalan sendiri-sendiri.

Program Kota Gorontalo IKM Cluster sendiri merupakan gagasan perubahan yang disiapkan Haryono

Berita Terkait:  Tiga Jam di Senayan, Adhan Suarakan Perlindungan ASN Gorontalo di Hadapan Habiburokhman

sebagai bagian dari upaya membangun model implementasi tata kelola kolaboratif pengembangan industri di kota Gorontalo.

Ia berharap Model 5S dapat menjadi landasan kerja bersama bagi seluruh pemangku kepentingan,

Berita Terkait:  Tiga Jam di Senayan, Adhan Suarakan Perlindungan ASN Gorontalo di Hadapan Habiburokhman

sehingga pembinaan IKM di Kota Gorontalo ke depan berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Intinya, kita berangkat dari data yang sama kemudian target yang sama. Itu berarti satu IKM bisa mendapatkan berbagai intervensi dari berbagai pihak melalui kolaborasi,” pungkas Haryono.(Adv) 

Berita Terkait:  Sebelum Kelola Bantuan Modal Usaha, BAZNAS Tingkatkan Kapasitas 77 Pelaku UMK