Kab. Gorontalo

Sofyan-Tonny Sukses Tekan Angka Kemiskinan Kabgor, Dari 19,84 ke 13,56 Persen

×

Sofyan-Tonny Sukses Tekan Angka Kemiskinan Kabgor, Dari 19,84 ke 13,56 Persen

Share this article
Sofyan-Tonny Sukses Tekan Angka Kemiskinan Kabgor, Dari 19,84 ke 13,56 Persen
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, dan Wakil Bupati, Tonny Yunus selalu kompak dalam menjalankan roda pemerintahan Pemda Kabupaten Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Angka kemiskinan di Kabupaten Gorontalo (Kabgor) menunjukkan tren penurunan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin pada 2026 tercatat sebesar 13,56 persen, turun dari 14,89 persen pada 2025.

Berita Terkait:  Tahun Ini, LTKL Gelar Tiga Agenda Penting

Penurunan sebesar 1,33 poin persentase tersebut setara dengan berkurangnya sekitar 5.000 penduduk miskin dalam kurun waktu satu tahun. Jika sebelumnya jumlah penduduk miskin mencapai 56,13 ribu orang, kini tersisa 51,13 ribu orang.

Capaian ini menjadi salah satu indikator positif dari perkembangan pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Wakil Bupati Tonny S. Junus.

Berita Terkait:  Dari Pangan Bergizi hingga Dialog dengan Bupati, HAN 2026 di Kabgor akan Dikemas Berbeda

Penurunan angka kemiskinan tersebut memperlihatkan adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gorontalo pun terus mendorong pembangunan yang tidak semata mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Sejumlah sektor menjadi perhatian dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan. Di antaranya penguatan ekonomi keluarga, pemberdayaan pelaku usaha mikro, perluasan kesempatan kerja, peningkatan akses terhadap layanan dasar, serta perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.

Berita Terkait:  Pemilihan Ketua KONI Kabgor, Tujuh Cabor Jagokan Isnan Akase

Jika ditarik lebih jauh, perbaikan tersebut juga terlihat dalam rentang waktu delapan tahun terakhir. Pada 2018, persentase penduduk miskin di Kabupaten Gorontalo masih mencapai 19,84 persen. Sementara pada 2026, angkanya telah menyusut menjadi 13,56 persen atau turun 6,28 poin persentase.

Meski demikian, capaian tersebut belum membuat pekerjaan pemerintah daerah selesai. Pasalnya, angka kemiskinan Kabupaten Gorontalo masih berada di atas rata-rata Provinsi Gorontalo yang tercatat sebesar 12,16 persen.
Berita Terkait:  Keroncong Hulondhalo Mulolo Disiapkan Jadi Daya Tarik Wisata Limboto

Secara regional, persentase kemiskinan tertinggi di Provinsi Gorontalo tercatat di Kabupaten Gorontalo Utara sebesar 15,41 persen. Sementara Kota Gorontalo menjadi daerah dengan persentase kemiskinan terendah, yakni 4,69 persen.

Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi pemerintahan Sofyan–Tonny untuk memperkuat berbagai program penanggulangan kemiskinan agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.

Berita Terkait:  Empat Camat di Kabgor Dinonaktifkan, Layanan Publik Dipastikan Tetap Berjalan Normal

Perhatian tidak hanya diarahkan pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas masyarakat, pengembangan usaha ekonomi produktif, serta pemerataan akses pendidikan dan kesehatan.

Sebab, keberhasilan mengurangi kemiskinan tidak cukup hanya diukur dari berkurangnya jumlah penduduk dalam kategori miskin. Lebih dari itu, masyarakat harus memiliki kesempatan untuk meningkatkan pendapatan, memenuhi kebutuhan hidup, dan membangun kemandirian ekonomi.

Berita Terkait:  Bupati Sofyan Tegaskan Booth UMKM Tak Boleh Kuasai Trotoar

Dengan tren penurunan yang terus terjaga, Pemerintah Kabupaten Gorontalo diharapkan mampu mempertahankan momentum tersebut

melalui kebijakan pembangunan yang inklusif, konsisten, dan berkelanjutan.

Berita Terkait:  Pembangunan Jamban di Limboto, Tonny: Simbol Komitmen Perangi Stunting

Data ini bersumber dari Berita Resmi Statistik BPS Kabupaten Gorontalo dan BPS Provinsi Gorontalo

berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret. (Adv)

Berita Terkait:  Terminal Tipe B di Limboto Mulai Dibangun, Nelson: Bisa Mendorong Pertumbuhan Ekonomi