Kota Gorontalo

44 Usaha Nunggak Pajak, Bapenda Kota Gorontalo Siapkan Penutupan

×

44 Usaha Nunggak Pajak, Bapenda Kota Gorontalo Siapkan Penutupan

Share this article
44 Usaha Nunggak Pajak, Bapenda Kota Gorontalo Siapkan Penutupan
Kepala Bapenda Kota Gorontalo, Zamronie Agus.

Hargo.co.id, GORONTALO – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Gorontalo mulai mengambil langkah tegas terhadap pelaku usaha yang masih menunggak Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).

Berita Terkait:  Jangan Tunggu Mendesak, Warga Diminta Lengkapi Dokumen Kependudukan Sejak Dini

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 44 objek usaha tercatat masih memiliki tunggakan pajak daerah. Dari jumlah tersebut, 43 di antaranya merupakan rumah makan, restoran dan kafe, sementara satu lainnya adalah hotel.

Kepala Bapenda Kota Gorontalo, Zamronie Agus, mengatakan seluruh wajib pajak tersebut sebelumnya telah diberikan kesempatan untuk menyelesaikan kewajibannya.

Berita Terkait:  Tingkatkan Kualitas SAKIP, Iskandar: Tinggalkan Pola Kerja Seremonial

Peringatan bahkan telah dilakukan secara bertahap hingga tiga kali. Teguran ketiga menjadi peringatan terakhir sebelum pemerintah mengambil tindakan lebih tegas.

“Dari 44 objek pajak tersebut, kami sudah melakukan penempelan stiker pada 12 objek pajak,” kata Zamronie.

Berita Terkait:  Dugaan Kasus Pelecehan Siswa di Kota Gorontalo, DPPKBP3A Gerak Cepat Dampingi Korban

Penempelan stiker, menurut Zamronie, menjadi salah satu bentuk pengawasan sekaligus pemberitahuan kepada masyarakat bahwa usaha tersebut tengah menjadi perhatian Pemerintah Kota Gorontalo melalui Bapenda.

Langkah itu, Zamronie bilang, mulai membuahkan hasil. Sejumlah pelaku usaha yang ditempeli stiker kemudian menyatakan kesanggupan untuk melunasi tunggakan pajaknya.

Berita Terkait:  Warga Keluhkan Layanan Kesehatan, Adhan Dambea Warning Kepala Puskesmas

Bapenda memberikan batas waktu pembayaran paling lambat 17 Oktober 2026.

Menurut Zamronie, pelaku usaha yang telah membuat surat perjanjian pembayaran akan diberikan kesempatan menyelesaikan kewajibannya sesuai kesepakatan.

Berita Terkait:  Dari Parkir ke Pembangunan: Peran dan Eksistensi Retribusi Parkir di Kota Gorontalo

“Bagi objek pajak yang sudah membuat surat perjanjian pembayaran, stiker akan kami cabut,” ujarnya.

Namun, kesempatan tersebut tidak berlaku tanpa batas. Bagi wajib pajak yang tetap mengabaikan kewajibannya setelah berulang kali diperingatkan, Bapenda memastikan langkah penertiban akan ditingkatkan.

Berita Terkait:  TPP ASN Pemkot Wajib ke Rekening Istri, Kebijakan Adhan Cegah Perselingkuhan

Bapenda akan berkoordinasi dengan Satpol PP, Kesbangpol, pemerintah kecamatan dan pemerintah kelurahan untuk menindak usaha yang tidak melaksanakan kewajiban pemungutan dan penyetoran pajak daerah.

Zamronie menegaskan, tindakan paling tegas yang disiapkan pemerintah adalah penutupan kegiatan operasional usaha.

Berita Terkait:  Adhan-Indra Tetap Solid, Keretakan Hubungan Isu Murahan

“Tindakan tegas berupa penutupan kegiatan operasional usaha akan dilakukan bagi rumah makan, restoran maupun kafe yang tidak melakukan kewajiban pemungutan pajak daerah, meskipun sudah berulang kali diberikan peringatan secara lisan dan teguran tertulis sebanyak tiga kali,” tegasnya.

Bapenda menilai penertiban tersebut diperlukan agar kepatuhan terhadap kewajiban pajak daerah dapat berjalan dan penerimaan daerah tidak terus mengalami kebocoran akibat tunggakan wajib pajak.(Adv) 

Berita Terkait:  Adhan-Indra Buka Ruang Usaha Baru, Jalan yang Dulu Sepi Kini Ramai Pedagang