Penutup
Teori politik birokrasi memberikan peramalan bahwa dalam situasi dan kondisi apapun birokrasi akan selalu bersinggungan dengan politik walupun pada level yang berbeda. Karena pada satu sisi birokrasi menjadi instrumen bagi pemerintah dalam melaksanakan kebijakan dari hasil produk politik.
Di sisi lain, birokrasi merupakan watak dan perilaku yang memiliki hasrat atau rasional dan irrasional
untuk memegang kekuasaan dalam memainkan perannya melakukan tugas jabatan.
Tidak akan mungkin memisahkan birokrasi dari pengaruh politik atau sistem perpolitikan dalam suatu negara.
Netralitas akan teruji manakala ditopang oleh perubahan budaya organisasi dan perilaku kerja
yang memiliki ideologi dalam persepktif nasionalisme, sosialisme, justice dan humanisme.
Bahwa netralitas birokrasi pada hakikatnya suatu sistem yang formalistik,
dimana birokrasi tidak akan berubah dalam memberikan pelayanan kepada masternya (dari partai politik yang memerintah),
biar pun masternya berganti dengan master yang lain. Ketika terjadi pergantian penguasa di dalam pemerintahan,
hal ini tidak akan mengganggu kerja birokrasi memberikan pelayanan kepada publik. Birokrasi akan bekerja secaraprofesional sesuai dengan kapasitas dan otoritas yang dimilikinya.












