Gorontalo

Dari STAIN ke UIN, Nama Gusnar Terukir dalam Sejarah Sultan Amai

×

Dari STAIN ke UIN, Nama Gusnar Terukir dalam Sejarah Sultan Amai

Share this article
Dari STAIN ke UIN, Nama Gusnar Terukir dalam Sejarah Sultan Amai
Penandatanganan nota kesepahaman aktualisasi nilai-nilai Pancasila bersama Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi dan Gubernur Gusnar Ismail, Jumat (4/9/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Perjalanan panjang UIN Sultan Amai Gorontalo menuju status universitas ternyata tak lepas dari kiprah Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.

Berita Terkait:  Alami Inflasi 0,10 Persen, Pemerintah Jaga Kestabilan Harga Lewat Operasi Pasar

Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo, Ahmad Faisal, menyebut Gusnar memiliki peran penting dalam dua fase perubahan besar perguruan tinggi tersebut.

Hal itu disampaikan Ahmad Faisal saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman aktualisasi nilai-nilai Pancasila bersama Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi dan Gubernur Gusnar Ismail, Jumat (4/9/2026).

Berita Terkait:  Perayaan Natal Berlangsung Aman, Ricardo: Terima Kasih Pj Gubernur dan Forkopimda

Menurut Ahmad, hubungan antara Gubernur Gusnar dan kampus yang kini berstatus UIN tersebut bukan sekadar hubungan kelembagaan. Ada perjalanan panjang yang mempertemukan keduanya dalam dua momentum penting.

Ia mengungkapkan, ketika Gubernur Gusnar menjabat sebagai Wakil Gubernur Gorontalo pada 2004, STAIN Sultan Amai bertransformasi menjadi IAIN Sultan Amai.

Berita Terkait:  Bulog Gorontalo Pastikan Stok Beras Aman Hingga Lebaran

Dua dekade lebih berselang, saat Gubernur Gusnar kembali memegang peran sebagai Gubernur Gorontalo,

IAIN Sultan Amai akhirnya naik kelas menjadi UIN Sultan Amai Gorontalo.
Berita Terkait:  Pengusaha Sri Lanka Tertarik Berinvestasi Kelapa di Gorontalo

“Ini bukan sekadar takdir. Beliau terlibat langsung dan sungguh luar biasa membantu kami memperjuangkan UIN Sultan Amai Gorontalo,” kata Ahmad.

Ahmad bahkan menyebut kiprah Gusnar dalam proses transformasi tersebut mendapat pengakuan dari Menteri PAN dan RB.

Berita Terkait:  Zukri Suratinojo: Lomba Kelurahan Dinilai dari Tiga Aspek

Menurutnya, Gubernur Gusnar menjadi salah satu kepala daerah yang terlibat langsung dalam mendorong perubahan status perguruan tinggi tersebut.

Sebagai bentuk penghargaan, UIN Sultan Amai Gorontalo berencana mengabadikan nama Gusnar Ismail pada salah satu gedung di lingkungan kampus.

Berita Terkait:  Wagub Idah Salurkan Bantuan Pangan ke Warga Desa Ulapato A dan Mongolato

Ahmad mengatakan, pemberian nama gedung tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki jasa dalam perjalanan dan pengembangan UIN Sultan Amai Gorontalo.

“Kami akan memberi nama gedung kampus dengan nama-nama tokoh yang berjasa terhadap kampus kita. Insya Allah salah satu gedung akan kita beri nama Gusnar Ismail,” ujarnya.

Berita Terkait:  Penyuluh Jangan Dianaktirikan, Gubernur Gusnar: Ini Soal Keadilan di Lapangan

Menurut Ahmad, langkah tersebut juga terinspirasi dari kebijakan Yudian Wahyudi ketika masih menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang mengabadikan nama sejumlah tokoh pada bangunan di lingkungan kampus.

Dengan demikian, nama Gusnar Ismail nantinya tak hanya tercatat dalam perjalanan pemerintahan Gorontalo,

Berita Terkait:  Desa Poowo Barat di Kabupaten Bone Bolango Terpilih sebagai Desa Binaan PKK

tetapi juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan UIN Sultan Amai Gorontalo.(Rls)