Gorontalo

Evaluasi Program Kerja Dinas P2PA, Penjagub: Teruslah Bersemangat

×

Evaluasi Program Kerja Dinas P2PA, Penjagub: Teruslah Bersemangat

Sebarkan artikel ini
Dinas P2PA
Penjagub Gorontalo bersama ASN Dinas P2PA usai rapat konsolidasi, Rabu (6/9/2023). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya melakukan rapat konsolidasi di pada Rabu (6/9/2023).

Berita Terkait:  Gusnar Rampungkan Penataan OPD, 67 Pejabat Pemprov Dilantik dan Dikukuhkan

Dalam rapat tersebut Ia mengevaluasi pelaksanaan program kerja di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA).

Salah satunya menyangkut arahan Presiden Joko Widodo terkait isu prioritas perempuan dan anak yang meliputi beberapa hal penting.

Berita Terkait:  GovTech Resmi Diluncurkan, Integrasikan Layanan Publik termasuk IKD

Diataranya seperti peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender dan peningkatan peran ibu dalam pendidikan.

Isu lainnya seperti penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta penurunan pekerja anak dan pencegahan perkawinan anak juga di bahas.

Berita Terkait:  Gelar Pasar Murah Bersubsidi, Pemprov-Kejati Gorontalo Siapkan 1.500 Paket

“Hadirnya Dinas P2PA ini sangat penting utamanya dalam menangani isu-isu prioritas tentang perempuan dan anak,” kata Ismail.

Ia mencontohkan dalam hal penurunan pekerja anak di bawah usia 17 tahun. Menurutnya, jika anak tersebut diberhentikan maka harus ada solusinya.

Berita Terkait:  SPOBDA Bina 18 Atlet dari 4 Cabor

“Kalau ditarik dari tempat bekerjanya kita harus punya rumah singgah dan bagi yang masih mau sekolah, itu disekolahkan,” imbuhnya.

“Kita harus punya data berapa jumlah pekerja anak, kemudian bahas bersama dengan Dinas Sosial dan Dinas Ketenagakerjaan,” tambah Penjagub.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Gandeng Google for Education untuk Transformasi Produktivitas Guru

Dirinya mengungkapkan, berdasarkan data Dinas P2PA, kekerasan terhadap perempuan di Gorontalo pada Agustus 2023 sebanyak dua kasus.

Di mana, jumlah tersebut mengalami penurunan yang cukup drastis dibandingkan pada bulan Juli yang tercatat sebanyak 30 kasus.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Gercep Perjuangkan PSN di Pohuwato

Demikian pula halnya dengan kekerasan terhadap anak sebanyak dua kasus pada Agustus 2023 yang pada bulan sebelumnya terjadi 28 kasus kekerasan.

Adapun dari jenis kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak yang paling banyak adalah kekerasan seksual.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Lobi Kemenpora, Dorong Revitalisasi Sport Center Limboto untuk PENAS XVII

Selain itu, ada pula jenis kekerasan lainnya yang sering dialami perempuan dan anak seperti fisik, psikis, eksploitasi, trafficking dan penelantaran.

Dalam rapat tersebut, Ismail menaruh harapan besar kepada seluruh ASN di lingkup Dinas P2PA untuk bekerja secara profesional dan penuh dedikasi.

Berita Terkait:  Polemik MBG di Bone Pesisir Menguat, Wagub Idah Serap Aspirasi Mahasiswa

“Upaya kita ini tentunya agar tidak terjadi lagi kekerasan kepada perempuan dan anak di Gorontalo,” kata Penjagub.

Ia mengungkapkan, P2PA merupakan Dinas yang baru dibentuk pada April 2023 berdasarkan Peraturan Gubernur Gorontalo Nomor 38 Tahun 2023.

Berita Terkait:  Perekaman KTP El di Gorontalo: Sebelum Desember, Sentuh Target Nasional

Karena itu, ASN di Dinas P2PA harus bersemangat dalam menunaikan tugas yang baru.

“Jangan pernah menganggap bahwa saudara ditempatkan di dinas yang baru ini sebagai hukuman,” kata Ismail.

Berita Terkait:  Penguatan Kaderisasi dan Peran Akademik dalam Organisasi HMI Sangat Penting

“Saya tidak pernah membeda-bedakan OPD, semuanya sama dan penting. Teruslah bersemangat,” pungkasnya.(***)

Penulis: Sucipto Mokodompis 

Berita Terkait:  Gusnar Rampungkan Penataan OPD, 67 Pejabat Pemprov Dilantik dan Dikukuhkan