Persepsi

Gesekan “Ruang Hidup” di Kota-Kota Kita

×

Gesekan “Ruang Hidup” di Kota-Kota Kita

Sebarkan artikel ini
Gesekan “Ruang Hidup” di Kota-Kota Kita
Basri Amin. Anggota Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Tidak semua kota sukses memelihara modalnya yang unik, yakni keterbukaan dan kejujurannya dalam menemukan kesalahan. Ada kesan yang kuat, pemerintah kota-kota di negeri ini lebih sibuk menebar “tontonan” dan kesan-kesan yang dangkal –-termasuk beragam gaya seremoni— daripada sungguh-sungguh mengerahkan kemampuan tata-kelola terbaiknya dan dengan sikap itu pula ia rela berkeringat untuk perbaikan-perbaikan mendasar.

Berita Terkait:  Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini

Kata-kata yang disertai angka-angka tentang kemajuan sebuah kota hanyalah lapisan luar dari apa-apa yang sesungguhnya terjadi dalam masyarakatnya.

Tak perlu kita berbasa-basi bahwa kota-kota kita masih menampung angka kemiskinan yang lumayan;

Berita Terkait:  PR Besar Calon Gubernur Gorontalo: Kemiskinan, Pangan hingga Tiket Pesawat yang Mahal

demikian juga dengan rentannya rasa aman dan nyaman di berbagai sudut.

Di luar itu, kriminalitas dan penggunaan narkoba sejak awal sudah menyasar berbagai segmen;

Berita Terkait:  Birokrasi adalah Keteraturan: Dari Tapak Kaki Kuda hingga Nalar Pemerintahan

belum lagi dengan premanisme dan beragam illegalitas lainnya.

Dan pada saat yang sama roda pasar dan sektor perdagangan memaksa pemanfaatan ruang di perkotaan,

Berita Terkait:  Ketakutan akan Sunyinya Perlawanan

tidak jarang membuahkan gesekan dan guncangan di sudut-sudut perparkiran, pertokoan, dan perumahan.