Persepsi

Gesekan “Ruang Hidup” di Kota-Kota Kita

×

Gesekan “Ruang Hidup” di Kota-Kota Kita

Share this article
Gesekan “Ruang Hidup” di Kota-Kota Kita
Basri Amin. Anggota Indonesia Social Justice Network (ISJN)
Setiap jengkal ruang kota hendaknya dipastikan status dan kontribusi (fungsionalnya) dalam pembangunan perkotaan kita. Dengan begitu, “tata ruang” tidak sekadar gincu dari motif kita yang sebenarnya, yakni “tata uang”.
Berita Terkait:  ASN Ilusi Kelas Menengah

Di kota, antara ruang dan uang sudah sangat tumpang-tindih.

Di sinilah letaknya mengapa kuasa (pemerintah) mudah digeser oleh kuasa-kuasa “lain” di luar dirinya,

Berita Terkait:  Jejak Dokter Dalam Sejarah Berdirinya Kementerian Agama

terutama karena kepentingan penguasaan ruang merupakan kekuatan paling keras yang menekan (otoritas) negara di perkotaan.

Jika ini tidak disadari sejak awal dengan memadai, maka sebuah kota tak lagi punya ruh dan identitas.

Berita Terkait:  Generasi Kreatif yang Tersandera Krisis Mental

Ia tak lebih sebagai tumpukan pemukiman, pertokoan, dan tempat hiburan saja yang disesaki dengan gedung,

dililit trotoar, gudang-gudang dan gugusan komoditi, orang dan kendaraan yang lalu-lalang. (*) 

Berita Terkait:  Pilkada 2024 Tinggal 1.000 Jam

Gorontalo Memulai
Persepsi

Guru harus merasa cukup percaya diri untuk menggunakan…