Persepsi

Gesekan “Ruang Hidup” di Kota-Kota Kita

×

Gesekan “Ruang Hidup” di Kota-Kota Kita

Share this article
Gesekan “Ruang Hidup” di Kota-Kota Kita
Basri Amin. Anggota Indonesia Social Justice Network (ISJN)
Setiap jengkal ruang kota hendaknya dipastikan status dan kontribusi (fungsionalnya) dalam pembangunan perkotaan kita. Dengan begitu, “tata ruang” tidak sekadar gincu dari motif kita yang sebenarnya, yakni “tata uang”.
Berita Terkait:  Relasi Politik Birokrasi dan Demokrasi

Di kota, antara ruang dan uang sudah sangat tumpang-tindih.

Di sinilah letaknya mengapa kuasa (pemerintah) mudah digeser oleh kuasa-kuasa “lain” di luar dirinya,

Berita Terkait:  Apa Kabar Transformasi Digital? Apakah Sudah Sesuai dengan Kompetensi dan Kewenangannya..!!

terutama karena kepentingan penguasaan ruang merupakan kekuatan paling keras yang menekan (otoritas) negara di perkotaan.

Jika ini tidak disadari sejak awal dengan memadai, maka sebuah kota tak lagi punya ruh dan identitas.

Berita Terkait:  Pahlawan di Balik Rak Buku: Pustakawan Gorontalo

Ia tak lebih sebagai tumpukan pemukiman, pertokoan, dan tempat hiburan saja yang disesaki dengan gedung,

dililit trotoar, gudang-gudang dan gugusan komoditi, orang dan kendaraan yang lalu-lalang. (*) 

Berita Terkait:  Pura-Pura Berwajah Demokrasi