GorontaloPersepsi

Gerilya Sosial Gusnar Ismail: Bantuan Langsung Pangan dan Kepekaan Sosial Pemimpin Daerah

×

Gerilya Sosial Gusnar Ismail: Bantuan Langsung Pangan dan Kepekaan Sosial Pemimpin Daerah

Share this article
Gerilya Sosial Gusnar Ismail_ Bantuan Langsung Pangan dan Kepekaan Sosial Pemimpin Daerah
Dr. Alvian Mato, S.H., S.Pd.I., M.Pd.I., Tim komunikasi gubernur Gorontalo.

Oleh:
Dr. Alvian Mato, S.H., S.Pd.I., M.Pd.I.
Tim komunikasi gubernur Gorontalo.

Berita Terkait:  Kota Gorontalo Capai Titik Kulminasi Maksimum, Kolaborasi dan Intervensi Harus Maksimal

PERLU ada kepekaan dan intuisi kepemimpinan untuk merespon persoalan dasar masyarakat. Melalui program bantuan langsung pangan gusnar Ismail menunjukkan model kepemimpinan merakyat responsip dan transformatif.

Bantuan berupa beras, telur, minyak goreng, dan gula pasir ini telah di bagi merata di semua kabupaten/kota, kelurahan desa di Provinsi Gorontalo. Bantuan ini bukan hanya instrumen pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi simbol kuat dari hadirnya gubernur Gorontalo ditengah tengah masyarakat

Berita Terkait:  Negeri Kaya yang Tak Memberi Kerja

Program ini memiliki kemiripan dengan kebijakan nasional yang dicanangkan Prabowo Subianto, yakni program makan bergizi gratis bagi anak didik. Keduanya berpijak pada visi membentuk sumber daya manusia unggul melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan pangan yang memadai.

Menurut Prof. Haryatmoko (2020), pemimpin yang etis adalah mereka yang mampu menghadirkan kebijakan berbasis kebutuhan rakyat.

Berita Terkait:  Gorontalo dan Parimo Perkuat Kolaborasi: Dari Durian, Ayam, hingga Pendidikan

Program bantuan langsung pangan membuat rakyat bahagia dan tersenyum sumringah sebab selain mendapatkan bantuan langsung pangan mereka bisa bertemu langsung Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang mengantar langsung bantuan tersebut di setiap kecamatan

Model ini mengingatkan kita pada figur Khalifah Umar bin Khattab yang memikul gandum untuk rakyatnya yang kelaparan. Pendekatan seperti ini mencerminkan model kepemimpinan berbasis servant leadership sebagaimana dikemukakan oleh Robert K. Greenleaf, yakni pemimpin yang melayani terlebih dahulu sebelum memerintah.

Berita Terkait:  Dispora Gorontalo Siap Berangkatkan 76 Kontingen ke POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI

Secara akademis, kebijakan ini memperkuat teori Good Governance di mana partisipasi, transparansi, dan responsivitas menjadi prinsip utama. Dengan menanggalkan ego personal dan memilih turun langsung ke tengah rakyat, Gusnar Ismail mempraktikkan nilai-nilai demokrasi substantif yang menempatkan kesejahteraan rakyat di atas segalanya.

Maka, inisiatif, ikhtiar dan keteladanan ini diapresiasi dan tidak perlu di persoalkan hanya karena soal teknis administratif yang tidak subtansial. Sebab subtansial adalah kebaikan, kebutuhan dan kemaslahatan masyarakat Gorontalo itu sendiri.(*) 

Berita Terkait:  Penjagub Tinjau Tiga TPS di Lapas Kelas II A Kota Gorontalo