Legislatif

Hamzah Sidik: Kontrak PPPK Guru Disesuaikan dengan Kondisi Keuangan Daerah

×

Hamzah Sidik: Kontrak PPPK Guru Disesuaikan dengan Kondisi Keuangan Daerah

Share this article
Hamzah Sidik_ Kontrak PPPK Guru Disesuaikan dengan Kondisi Keuangan Daerah
Rapat Dengar Pendapat DPRD Gorut bersama Dinas Pendidikan, dan BKPP Gorontalo Utara, Selasa (19/08/2025).

Hargo.co.id, GORONTALO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik menegaskan bahwa persoalan kontrak pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Berita Terkait:  Jika RKUD Dipindah, Iskandar: Pilih Bank yang Jangkauannya Sampai Ke Pelosok

Penegasan tersebut disampaikan oleh Hamzah Sidik dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama perwakilan guru PPPK, Dinas Pendidikan, dan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gorontalo Utara, Selasa (19/8/2025).

RDP digelar lantaran para guru PPPK merasa tidak puas dengan kontrak kerja mereka dengan pemerintah daerah hanya setahun saja, bukannya lima tahun.

Berita Terkait:  PAW Aleg PDI Perjuangan Kabgor, Sekwan: Persiapan Sudah 95 Persen

“Persoalan kontrak PPPK guru di daerah bukanlah persoalan norma, melainkan kebijakan pemerintah daerah yang dipengaruhi kemampuan keuangan,” tegas Hamzah Sidik.

Lebih lanjut dikatakan bahwa aturan yang ada telah mengatur masa kontrak PPPK minimal satu tahun dan dapat diperpanjang hingga usia pensiun.

Berita Terkait:  Pemkab Gorut Diminta Adakan Bis Gratis For Siswa di Monano-Anggrek

“Sehingga kebijakan kontrak satu tahun yang diterapkan pemerintah daerah tidak menyalahi norma,” jelasnya.

Menurut Hamzah, ketika berbicara pelanggaran norma, maka dapat dipastikan pihaknya di DPRD akan menolak dengan tegas. Namun dikarenakan menyebut paling sedikit satu tahun, maka kontrak satu tahun di Gorontalo Utara tidak menyalahi aturan.

Berita Terkait:  Aleg DPRD Kabgor Minta Pemprov Dukung Penuh Pelaksanaan PENAS

Soal masa kontrak setahun ini, bukan hanya Kabupaten Gorut saja, kata Hamzah Sidik. Di beberapa daerah lain juga menerapkan hal atau pola yang sama, seperti daerah Kudus, Rembang, dan Kutai Kartanegara.

“Kontrak awal memang setahun, setelahnya akan diperpanjang, namun berdasarkan hasil evaluasi kinerja,” ujarnya.

Berita Terkait:  Jubir Fraksi Hanura-PKS DPRD Gorut Soroti Ketersediaan Air Bersih di RSUD ZUS

Masa kontrak tersebut memang sangat dipengaruhi oleh keterbatasan fiskal, sehingga daerah mengambil kebijakan tersebut.

Disisi lain, aturan pemerintah pusat membatasi maksimal 30 persen untuk belanja pegawai,

Berita Terkait:  DPRD Sesalkan Ketidakhadiran Thariq pada Paripurna LPJ 2022

sementara saat ini untuk belanja pegawai di Gorontalo Utara hampir menyentuh 40 persen dari APBD.

“Kami di DPRD berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi guru dengan membangun komunikasi bersama bupati dan wakil bupati,” jelasnya.

Berita Terkait:  Ismet Hemeto Resmi Gantikan Almarhum Ali Polapa Sebagai Aleg Kabgor

Untuk itu, Hamzah Sidik berharap PPPK guru tetap bersyukur sekaligus meningkatkan profesionalisme,

karena evaluasi kinerja akan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam perpanjangan kontrak berikutnya.

Berita Terkait:  DPRD Kabgor Segera Tindak Lanjuti Draf Ranperda Perampingan OPD

“Pastinya para guru ini adalah aset daerah, bukannya sebuah beban. Kami berharap kedepan jika kondisi keuangan daerah membaik, maka kontrak kerjanya dapat diperpanjang lebih lama lagi,” tandasnya.(Alosius)