Legislatif

Jubir Fraksi Hanura-PKS DPRD Gorut Soroti Ketersediaan Air Bersih di RSUD ZUS

×

Jubir Fraksi Hanura-PKS DPRD Gorut Soroti Ketersediaan Air Bersih di RSUD ZUS

Sebarkan artikel ini
Diduga Jual Lahan Mangrove, Kades Ilangata Diadukan ke DPRD Gorut - ranperda windra - Pemkab Gorut Diharap Suport Pembahasan Ranperda Zakat - air bersih - Windra: RPJMD Pemersatu Visi-Misi Politik DPRD dan Kepala Daerah
Anggota DPRD Gorut, Windra Lagarusu.

Hargo.co.id, GORONTALO – Ketersediaan air bersih di RSUD ZUS Gorontalo Utara (Gorut), menjadi perhatian dari Fraksi Hanura-PKS. Juru bicara fraksi, Windra Lagarusu menyampaikan hal ini langsung dihadapan Bupati Gorut, Thariq Modanggu belum lama ini dalam rapat paripurna LKPJ.

Berita Terkait:  Aleg Gorut Terancam Tak Terima Gaji Hingga Desember

“Ini terkait layanan dasar, terutama air pak bupati, kita tau PDAM ini memang sudah bekerja, sampai-sampai hari ini di Monano, Anggrek, Kwandang itu masalah air ini menjadi persoalan mendasar dari masyarakat,” ungkapnya.

Persoalan air bersih ini menurut Windra Lagarusu, perlu dicarikan solusi, bagaimana air bersih ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Berita Terkait:  Komisi I DPRD Boalemo Minta Kontrak PPPK Paruh Waktu Tak Diperpanjang, Jika Kinerja Tak Efektif

“Di Monano itu keruh kalau didiamkan 50 menit saja dibawahnya itu ada endapan, itu yang perlu kita pikirkan. Ini pak bupati saya mohon ini kita beri perhatian mendasar,” tegas Windra Lagarusu.

Termasuk juga layanan air bersih di rumah sakit. Rumah Sakit sejak saya dilantik bulan Agustus kata Windra Lagarusu,

Berita Terkait:  Sekwan DPRD Kabgor Ingatkan Bawahannya untuk Jaga Netralitas Selama Pemilu

itu tidak henti-hentinya orang yang menyuarakan di medsos, tentang air bersih.

“Kami kemarin turun, sama saja jawaban pak Direktur RSUD ZUS, masih diupayakan, padahal ini sudah 10 bulan kami duduk di DPRD tidak ada progres penanganan air bersih,” ujarnya.

Berita Terkait:  Triwulan I akan Berakhir, OPD di Gorut Belum Melaksanakan Kegiatan Fisik

Lebih lanjut dikatakan harusnya ada target-target detail untuk penyelesaian masalah,

ada 24 gedung di rumah sakit itu hanya 3 yang memiliki fasilitas air bersih secara optimal.

Berita Terkait:  Pengawasan Pembangunan akan Lebih Diefektifkan

Sehingga, kata dia, pasien terbiasa dengan kondisi itu, akankah kita menikmati keluhan ini, tidak kita carikan solusi.

“Kemarin rumah sakit mengumumkan PAD kurang lebih 20 miliar apakah tidak menjadi prioritas utama untuk penanganan air bersih? Saya selalu emosi menyampaikan ini sehingga suara saya agak turun pak bupati,” paparnya.(Alosius)  

Berita Terkait:  Komisi I DPRD Kabgor Bahas Program Strategis 2026 Bersama Mitra Kerja