Gorontalo

Kolaborasi SKALA, Gorontalo dan Australia Perkuat Satu Data

×

Kolaborasi SKALA, Gorontalo dan Australia Perkuat Satu Data

Share this article
Foto bersama antara Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dengan Dubes Australia untuk Indonesia, Mr. Rod Brazier, Rabu (22/10/2025).
Foto bersama antara Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dengan Dubes Australia untuk Indonesia, Mr. Rod Brazier, Rabu (22/10/2025).

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Australia melalui program Supporting Kaloborasi for Local Government Accountability (SKALA) dalam upaya mewujudkan sistem Satu Data Gorontalo.

Komitmen itu ditegaskan saat Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia di Command Center Kantor Gubernur Gorontalo, Rabu (22/10/2025).

Berita Terkait:  Lantik 58 Pejabat Fungsional, Gusnar: Perkuat Kapasitas dan Perkaya Pengetahuan

Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar menjelaskan bahwa Command Center kini menjadi pusat data penting bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Command Center ini berisi berbagai data yang membantu kami memastikan seluruh informasi yang ada, sehingga pengambilan kebijakan dan pelayanan publik bisa berbasis data yang presisi,” ujar Gubernur.

Berita Terkait:  Penjagub Ismail Gunakan Hak Pilih di Gorontalo pada Pemilu 2024

Gubernur menyebut, kerja sama ini merupakan hasil inisiasi Pemerintah Australia melalui program SKALA.

“SKALA ini adalah atas inisiasi dari Pemerintah Australia melalui Kedutaan Besar Australia di Indonesia. Pak Dubes tadi sudah melihat langsung langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo,” ungkapnya.

Berita Terkait:  NPHD For Pilkada 2024 Ditandatangani

Selain meninjau Command Center, Dubes Australia juga memiliki sejumlah agenda di Gorontalo, termasuk bertemu dengan alumni Australia dan meninjau lokasi pertanian jagung.

“Beliau juga menyambut baik rencana kita membuka kesempatan mahasiswa Gorontalo untuk sekolah di Australia. Tahun depan kita mulai merancang beasiswa luar negeri khusus S3 agar semakin banyak doktor luar negeri yang berkiprah di Gorontalo,” kata Gusnar.

Berita Terkait:  Kunjungi Dewan Pers, Diskominfotik Gorontalo Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan

Duta Besar Australia menyampaikan apresiasi atas komitmen dan keterbukaan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mengelola data dan kebijakan.

“Kami senang bisa mengunjungi Command Center SKALA. Tujuan program ini adalah membantu pemerintah daerah membuat kebijakan yang memberi dampak nyata bagi rakyat. Kami percaya di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur, kami memiliki mitra yang sangat berkomitmen,” ujar Dubes.

Berita Terkait:  Seleksi Penerimaan PPPK Non ASN Dilingkungan Pemprov Dibuka, Ini Jadwalnya

Ia juga memuji inovasi lokal yang dikembangkan Pemprov Gorontalo. “Kami mendengar paparan dari Ibu Kadis Kominfo. Beliau sudah menjalankan program SKALA dan menambahkannya dengan inovasi khas Gorontalo bernama (Pentagon) Open Data Gorontalo. Jadi bukan hanya Amerika yang punya Pentagon, Gorontalo juga punya Pentagon versi sendiri,” tambahnya.

Berita Terkait:  Bisa Cegah Kenakalan Remaja, Wagub Idah Dukung Program PPIB

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Gorontalo Sri Wahyuni menjelaskan bahwa fungsi Command Center kini dikembalikan sebagai pusat kendali data lintas OPD hingga kabupaten/kota.

“Dulu ruangan ini hanya jadi tempat Zoom Meeting. Sekarang kita kembalikan lagi fungsinya sebagai pusat data integrasi lintas perangkat daerah, bahkan nantinya lintas kabupaten/kota,” ujar Sri.

Berita Terkait:  Last Sunday Run 2024, Dongkrak Pendapatan UMKM Lokal

Ia menegaskan, pembangunan Satu Data Gorontalo membutuhkan komitmen dan kolaborasi bersama agar tidak ada lagi perbedaan angka antar instansi.

“Selama ini data dari sumber A dan B sering berbeda. Dengan satu data, kita bisa merencanakan program yang lebih efisien karena semuanya berbasis data nyata,” tambahnya.

Berita Terkait:  Dinilai Berkontribusi Terhadap UMKM, Pemprov Apresiasi Bazar Ramadan BI 2024

Menurut Sri, beberapa sektor sudah mulai terintegrasi seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan transportasi. Data tersebut akan digunakan untuk mendukung keputusan strategis Gubernur berbasis kondisi riil di lapangan.(adv)