Hargo.co.id, GORONTALO – Persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo didorong ikut mengambil bagian dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah.
Ajakan tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Nuryanto, saat melakukan kunjungan kerja terkait pengelolaan sampah di Bank Sampah TPS3R Donggala, Selasa (29/9/2026).
Dalam kunjungan itu, Nuryanto didampingi Camat Hulonthalangi Ramli Taliki dan Lurah Donggala Agil Laima. Selain melihat secara langsung proses pengelolaan sampah, Nuryanto juga mengambil langkah nyata dengan mendaftarkan dirinya sebagai anggota Bank Sampah TPS3R Donggala.
Menurut Nuryanto, keikutsertaannya merupakan bentuk kepedulian ASN terhadap persoalan sampah sekaligus contoh bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat dikelola menjadi sesuatu yang produktif dan memiliki nilai ekonomi.
“Saya sebagai Pj Sekda telah mendaftar menjadi anggota Bank Sampah TPS3R Donggala sebagai wujud kepedulian ASN dalam pengelolaan sampah,” ujar Nuryanto.
Ia menjelaskan, bank sampah dapat memberikan manfaat ganda. Di satu sisi membantu mengurangi volume sampah,
sementara di sisi lain sampah yang memiliki nilai jual dapat dikonversi menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat maupun ASN yang berpartisipasi.
“Keterlibatan masyarakat maupun ASN dalam bank sampah dapat memberikan manfaat ganda.
Selain membantu mengurangi timbulan sampah yang terus bertambah,
sampah yang memiliki nilai ekonomis juga dapat dijual sehingga menghasilkan tambahan pendapatan,” katanya.
Menurut Nuryanto, hasil pengelolaan sampah tersebut bahkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan rumah tangga.
“Bisa untuk bayar listrik, air, PBB dan kebutuhan lainnya,” ujar Nuryanto.
Ia juga mengungkapkan rencana penerapan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) menggunakan sampah di Kelurahan Donggala pada tahun depan.
Gagasan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat melihat sampah dari sudut pandang berbeda,
bukan sekadar persoalan yang harus dibuang, tetapi juga sumber daya yang masih memiliki nilai.
Nuryanto pun mengajak ASN Pemerintah Kota Gorontalo mengikuti langkah tersebut
dengan menjadi bagian dari gerakan pengelolaan sampah produktif melalui bank sampah.
“Diharapkan ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo juga bisa berpartisipasi dalam pengelolaan sampah produktif
melalui bank sampah dan tentunya mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil penjualan sampah produktif,” katanya.
Ia menegaskan, penanganan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, maupun aparatur pemerintah agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Intinya, ASN Kota Gorontalo harus peduli sampah dan bisa berperan melalui bank sampah,” tandas Nuryanto.(Adv)












