Kabar Nusantara

Optimalkan Restorative Justice, Kapolres Simalungun Kembali Selesaikan 61 Kasus

×

Optimalkan Restorative Justice, Kapolres Simalungun Kembali Selesaikan 61 Kasus

Share this article
Optimalkan Restorative Justice, Kapolres Simalungun Kembali Selesaikan 61 Kasus
Polres Simalungun kembali berlakukan Restorative Justice bagi 61 tersangka. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, SUMATERA UTARA – Restorative justice menjadi pintu bagi masyarakat agar keadilan tetap dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Berita Terkait:  Kunjungi Command Center Pengamanan KTT Asean, Kapolri Lakukan Analisa dan Evaluasi

Metode penyelesaian hukum tanpa pengadilan ini merupakan anjuran sekaligus instruksi dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kapolres Simalungun, AKBP Ronald F.C Sipayung mengatakan, keadilan tidak hanya harus ditegakkan tapi juga dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Berita Terkait:  Ops Zebra Otanaha 2023, Dit Lantas Edukasi Warga Melalui Dialog Interaktif

Dirinya mengatakan, pihaknya mengoptimalkan Restoratif Justice dalam penyelesaian perkara, kali ini 61 kasus diselesaikannya.

Kegiatan yang berlangsung di Mapolsek Bangun yang dimulai pada pukul 09.00 WIB menarik perhatian banyak pihak, selain para tersangka.

Berita Terkait:  Divisi Humas Polri Berangkatkan Jurnalis dan Personil ke Tanah Suci

Kegiatan ini juga dihadiri oleh General Manager PTPN IV, Wakapolres dan para Kapolsek, Camat, Pangul (Kepala Desa) hingga tokoh agama dan masyarakat.

AKBP Ronald F.C Sipayung mengungkapkan, dalam Restorative Justice massal kali ini, para tersangka diberikan sanksi sosial.

Berita Terkait:  Mario Teguh Terseret Dugaan Kasus Penipuan Rp 5 Miliar

“Pihak pelapor meminta agar tersangka diberikan sanksi sosial seperti membersihkan tempat ibadah dan perkantoran,” kata Ronald, Jumat (29/9/2023).

Meski begitu, kata dia, tidak semua kasus bisa diselesaikan melalui Restorative Justice. Beberapa kasus harus tetap tetap akan dilanjutkan proses hukumannya.

Berita Terkait:  Mahasiswa FSB UNG Galang Solidaritas untuk Korban Banjir di Gorut

Diantaranya pencurian kendaraan bermotor, pembunuhan dan kasus yang meresahkan masyarakat serta yang mendapat penolakan dari masyarakat.

“Ada 61 perkara yang diselesaikan. Perkara-perkara itu dari tahun 2022 hingga 2023,” pungkasnya. (*) 

Berita Terkait:  Irwil II Itwasum Polri hadiri Audit Kerja Itwasum Polri di Polda Gorontalo

Rilis: Humas Mabes Polri