Kab. GorontaloLegislatif

Paripurna Pengesahan APBD 2025 Kabupaten Gorontalo Diwarnai Tangis

×

Paripurna Pengesahan APBD 2025 Kabupaten Gorontalo Diwarnai Tangis

Share this article
Paripurna Pengesahan APBD 2025 Kabupaten Gorontalo Diwarnai Tangis
Suasana haru saat Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo bersalaman dengan para Aleg seusai penetapan APBD 2025, Jumat (29/11/2024). (Foto: Deice)

Hargo.co.id, GORONTALO – Paripurna pengesahan APBD 2025 Kabupaten Gorontalo yang berlangsung pada Jumat (29/11/2024) sedikit berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya.

Berita Terkait:  Wabup Tonny Dorong Posyandu Naik Kelas, Orang Tua Diminta Lengkapi Imunisasi Anak

Ya, pengesahan paripurna kali ini, diwarnai dengan isak tangis. Pasalnya, ini adalah paripurna pengesahan APBD terakhir bagi Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo dan Wakil Bupati, Hendra Hemeto.

Pantauan awak media, sebelum paripurna berakhir, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo memohonkan maaf, selama 9 tahun lebih memimpin Kabupaten Gorontalo melakukan salah dan khilaf. Kata dia, sebagai manusia biasa tentunya tak luput dari kesalahan.

Berita Terkait:  Apresiasi Karang Taruna Desa Sukamaju

“Karena saya adalah manusia yang tidak sempurna, sehingga saya memohonkan maaf atas segala khilaf dan salah selama ini,” ungkap Nelson.

Ungkapan Bupati Nelson ini membuat sejumlah anggota DPRD mulai menitikkan air mata.

Berita Terkait:  Deasy Desak Perbup Dana Desa Segera Terbit

Suasana makin haru, ketika Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira seketika memimpin yel-yel bersama Bupati dan Anggota DPRD lainnya diakhir paripurna APBD 2025, sembari meneriakkan “Bupati-Wakil. Bupati BAROKAH”.

Air mata para aleg DPRD makin tak terbendung. Terlebih, ketika beberapa anggota DPRD menyalami Bupati Nelson Pomalingo, terutama para srikandi DPRD.

Berita Terkait:  Ini Pesan Maryam Puhi saat Buka Forum Anak For Hulondhalo

Aleg Saripa Pangalima mengakui jika Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo sudah berbuat banyak untuk daerah ini.

“Beliau sudah berbuat untuk daerah dan itu tak bisa dipungkiri,” ungkap Saripa.

Berita Terkait:  Ketua Komisi I Desak Pemkab Boalemo Segera Lahirkan Perda Adat

Sementara itu, Aleg Ningsih Nurhamidin mengaku sedih, mengingat perjuangannya saat konflik F16 dan F19 kemarin.

“Ya, bagaiamana kemarin cerita F16 dan F19 itu yang sangat terasa bagi saya, beliau orang yang sabar menghadapi semua persoalan,” jelas Ningsih.

Berita Terkait:  Hadiri Paripurna Hari Jadi Tanah Kelahiran, Zulfikar Serukan Penguatan Potensi Pesisir

Ungkapan yang sama juga dikatakan oleh Aleg Iskandar Mangopa, dimana iskandar mengaku, Nelson adalah orang yang sabar dan tidak pendendam.

“Semua dilayani, meskipun orang yang menghujat dan menghina dirinya sekalipun tak pernah terbersit dendam dihatinya,” pungkas Iskandar.(*) 

Berita Terkait:  Roni Harap, TAPD Segera Masukkan Draft Perubahan Anggaran

Penulis: Deice