Kota Gorontalo

Petakan Potensi Permasalahan Stunting, DPPKBP3A Kota Gorontalo Gelar Rakor

×

Petakan Potensi Permasalahan Stunting, DPPKBP3A Kota Gorontalo Gelar Rakor

Sebarkan artikel ini
Petakan Potensi Permasalahan Stunting, DPPKBP3A Kota Gorontalo Gelar Rakor
Suasana Rakor percepatan penurunan stunting di Kecamatan Kota Tengah.

Hargo.co.id, GORONTALO – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Gorontalo menggelar rapat koordinasi (Rakor) percepatan penurunan stunting tingkat kecamatan, Rabu (28/2/2024).

Berita Terkait:  KIM Award 2023, Leato Utara Targetkan Sabet 3 Penghargaan

Rakor yang dirangkaikan dengan rembuk stunting, dilaksanakan di Kecamatan Kota Tengah dan dibuka secara resmi oleh Kepala DPPKBP3A Kota Gorontalo, Eladona Oktamina Sidiki dan dihadiri oleh seluruh aparat pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta tim percepatan penurunan stunting.

Menurut Eladona, rakor dilaksanakan dalam rangka mengkordinasikan serta memetakan

seluruh potensi-potensi permasalahan stunting yang ada di Kota Gorontalo,

sehingga dapat mempermudah dalam menekan angka stunting yang ada di Kota Gorontalo.

Berita Terkait:  Tak Ada Pekerja Tanpa Jaminan Sosial, Indra Gobel Instruksikan Aparat Wilayah Bertindak

“Kami secara terintegrasi melakukan ini (Rakor) untuk bisa mengoptimalkan penurunan angka stunting yang ada di Kota Gorontalo,” Kata Eladona

Eladona mengemukakan, permasalahan stunting yang ada di Kota Gorontalo bukan hanya karena minimnya pemahaman warga tentang gizi, tetapi juga karena faktor lingkungan, pola asuh anak, serta hal-hal lainnya.

Berita Terkait:  Adhan: Keberadaan Komunitas Purna Bakti Sangat Penting

“Berbagai permasalahan ini terus kami upayakan bisa tertangani sebagaimana mestinya,

melalui program-program yang telah kami rancang,” ujarnya dan menambahkan,

sasaran utama dalam pecegahan stunting, yaitu calon pengantin (Catin) ibu hamil atau ibu Nifas dan para balita.

Untuk itu, ia mengimbau kepada catin untuk taat mengikuti prosedur yang diberikan yaitu mulai dari pencatatan di tingkat kelurahan, screening kesehatan di tingkat Puskesmas melalu program tancap nikah, dan juga penginputan dari calon pasangan pengantin melalui aplikasi elektronik siap hamil dan nikah (Elsimil).

Berita Terkait:  ASN Pemkot Kerja Bakti di Masjid Agung Baiturrahim, Warga Sambut Positif

“Dengan mengikuti prosedur, saya harap datanya ini bisa di monitor terus

terkait dari perkembangan kesehatan catin sampai dengan pasca pernikahannya, bahkan sampai hamil dan melahirkan,” harap Eladona.

“Saya harap masyarakat bisa disiplin dalam menerapkan pola hidup sehat dan rutin dalam melakukan pemeriksaan di Posyandu maupun di Puskesmas agar potensi stunting bisa dicegah secara dini,” imbuhnya.

Berita Terkait:  Adhan Dambea Warning Pedagang: Jangan Jual Rokok Tanpa Cukai

Di tempat yang sama, Camat Kota Tengah, Sutami Suratinoyo yang juga Ketua TPPS Kecamatan Kota Tengah mengatakan,

pihaknya terus melakukan evaluasi bersama kader TPPS Kecamatan Kota Tengah untuk mengoptimalkan upaya penanganan stunting yang ada di wilayahnya.

“Saya akan terus mengoptimalkan peran TPPS, baik kordinasi ke bawah maupun ke jajaran yang lebih tinggi. Bagaimana upaya-upaya penanganan stunting maupun intervensi-intervensi yang harus dipersiapkan dari pemerintah,” jelas Sutami

Berita Terkait:  Dari Lapangan Buladu Kota Gorontalo, Emansipasi Kartini Tampil Nyata

Sutami berharap TPPS Kecamatan Kota Tengah yang terdiri dari beberapa stakeholder yakni TNI-Polri, Nakes, kelurahan

dan lainnya ini agar terus berkoordinasi, serta meningkatkan juga pemahaman-pemahaman terkait stunting

agar bisa memberikan yang terbaik kepada warga kecamatan Kota Tengah.(*)

Penulis: Reynaldi/Mahasiswa Magang UNG
Editor: Rendi Wardani Fathan 

Berita Terkait:  Street Food Dinilai Dongkrak Ekonomi Lokal, Pelaku UMKM Puji Adhan Dambea